PEKANBARU - Selain mendapat penyiksaan dengan cara di telanjangi dan setrum, empat mahasiswa Indonesia asal Riau dan Sumatera juga tidak diberi makan selama tiga hari oleh polisi Mesir.
"Dari pengakuan mereka saat saya hubungi, selain disetrum mereka juga tidak diberi makan oleh polisi yang menahannya," kata salah seorang saudara mahasiswa yang disiksa, Raudatul Firdaus, Jumat (3/7/2009).
Oleh karena itu, kondisi Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi cukup memprihatinkan. Beruntung pada penghujung hari ketiga, ada petugas yang kasihan dengan mereka dan memberi makan seadanya.
"Beruntung hanya satu hari itu saja, itu pun tidak jelas siapa yang memberi mereka makan, karena saya tidak sampai situ menanyainya," imbuhnya.
Setelah penyiksaan tiga hari, mereka pun di bebaskan dari tahanan dan dinyatakan tidak bersalah. "Itupun setelah teman adik saya memberitahukannya," katanya.
Seperti diketahui, empat mahasiswa Indonesia itu ditangkap pada 28 Juni lalu dan ditahan selama tiga hari. Keempat mahasiswa itu adalah Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi masing-masing besasal dari Riau dan Sumatera Utara. Mereka mengaku disiksa karena dituduh polisi menyimpan gambar tokoh Hamas, Syeh Ahmad Yasin dan dituding membuat situs Ihwan online.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.