getting time...

Catatan Redaksi

Saatnya Merenung untuk Menentukan Pilihan

M Budi Santosa - Okezone
Jum'at, 3 Juli 2009 13:53 wib

DEBAT capres final yang ditayangkan secara langsung oleh RCTI berlangsung seru. Helatan debat paling akhir ini jauh lebih baik dan menarik didibandingkan debat sebelumnya. Karenanya, ada satu harapan agar 80 juta pemirsa televisi dapat berpikir sebelum mencontreng pada 8 Juli nanti.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan sudah menyelesaikan pemutakhiran data pemilih yang biasa disebut DPT. Namun, sejumlah pihak menyatakan pemutakhiran DPT masih bermasalah. Bahkan, disebut-sebut 49 juta rakyat Indonesia kemungkinan besar tidak bisa menggunakan hak pilihnya akibat pemutakhiran DPT yang masih kusut. Benarkah?

Belum ada data valid tentang itu. Data yang muncul pun masih dari satu pihak, yakni mereka yang sejak lama lantang mengkritisi kinerja KPU. Namun, jika pun data itu salah, sebenarnya hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengembalikan antusiasme rakyat untuk mencontreng. Jangan sampai, jumlah golongan putih terus membengkak melebihi golput pada Pileg lalu. Golput adalah hak, tapi setiap warga negara juga memiliki hak dan kewajiban untuk memilih pemimpinnya.

Kembali ke persoalan debat capres. Pada debat final semalam, masing-masing capres sepertinya sudah mulai menemukan feel-nya untuk berdebat. Akan tetapi, penampilan capres Jusuf Kalla, mampu menjadi "roh" tersendiri. JK sejak awal debat, langsung melontarkan kritik dan juga "smash" kepada rivalnya, khususnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berbalas "smash" pun berlanjut sampai akhir debat.

Melihat pelaksanaan debat itu, sebenarnya masing-masing capres sudah berusaha untuk menyampaikan visi dan misinya secara cepat, tepat, dan akurat. Maklum saja, dengan durasi yang hanya hitungan menit, mereka harus meramu visi-misi, di mana kalau ditulis bisa berpuluh lembar penjabarannya.

Debat capres sudah dihelat, kampanye terbuka juga tinggal menghitung hari. Masa tenang pun segera datang. Sudah sepantasnya pada masa tenang, semua pihak termasuk tim sukses menghargai hak warga negara untuk merenung dan merefleksikan berbagai informasi tentang sang kandidat. Jangan sampai di masa tenang, justru diwarnai intrik-intrik dan kegiatan black campaign yang mencederai pelaksaaan pemilu yang jujur dan adil (jurdil).

Kini, saat bagi Anda para pemilih untuk merenung. Siapa kira-kira kandidat yang bakal dicontreng. Yang pasti satu harapan, siapapun kelak yang terpilih, mampu mengemban amanah untuk membawa bangsa ini menuju keadilan dan kemakmuran. Selamat mencontreng 8 Juli nanti.
(mbs)