JAKARTA - Sebanyak 32 warga kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara, mengalami keracunan usai menikmati nasi tumpeng Jumat 3 Juli sekira pukul 23.00 WIB.
Warga RW04 Cilincing yang terdiri dari enam belas anak-anak dan enam belas dewasa tersebut segera dilarikan ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan.
Salah seorang korban, Kartini (23) mengatakan, dirinya mengalami pusing dan mual setelah menyantap makanan yang diberikan dalam acara syukuran tetangganya yang akan menyunat anaknya.
"Mata jadi kunang-kunang, badan lemas, pusing dan mual setelah makan nasi yang dibagikan," ungkapnya di UGD RSUD Koja, Sabtu (4/7/2009).
Selanjutnya dia segera minta dibawa ke RS karena merasa ada yang tidak beres pada dirinya.
Nasi pembagian tersebut menurutnya dibagikan oleh Toha (45), tetangganya yang mengadakan acara syukuran sunatan anaknya. Toha sendiri baru akan mengkhitan (sunat) anaknya pada Minggu 5 Juli besok.
Syukuran ini dilakukan memang sebelum acara resepsi, usai syukuran warga diberikan makanan nasi bungkus agar bisa menikmatinya di rumah masing-masing.
Nasi bungkus tersebut berisikan nasi kuning, urap sayuran, ikan asin, daging ayam dan orek tempe. Menurut warga lainnya, Hasim, dia membawa dua bungkus yang diberikan kepada anaknya Rohimah (16) dan Aris (9).
"Setelah kedua anaknya makan, tiba-tiba saja mereka merasa mual, badan terasa dingin lalu lemas dan tak bergerak," ungkapnya.
Ketika hendak membawa anaknya ke dokter, ternyata di gang rumah warga RT12/RW04 Cilincing, dia juga menemukan kepanikan serupa.
Menurut data yang dihimpun ada sekira seratus nasi bungkus yang diberikan Toha kepada warga dalam acara malam itu. Namun menurut Ketua RW04, Giarno HP jumlah korban keracunan hanya 32 orang saja. Mereka ditaruh pada ruang selasar RS Koja karena ruang UGD RS tersebut mendadak penuh.
Dari hasil pendataan, anak-anak berjumlah 16 orang. "Sedangkan Pak Toha, ayah dari Ardiyanto yang menyelenggarakan khitanan sudah diamankan di Polsek Cilincing," kata Ketua RW 04, Giarno HP kepada wartawan, di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.
Menurut dokter piket RS Koja, Hemansyah, kondisi pasien yang keracunan ini adalah mengalami dehidrasi. "Supaya tidak terjadi ketegangan otot syaraf, pihak rumah sakit memberikan infus guna menetralisir racun dalam tubuh. Kalau kondisi tubuh lemah, lanjutnya, racun tersebut dapat memicu kematian," ungkapnya.
Kanit Reskrim Polsek Cilincing Iptu Basroni, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Toha selaku pemilik hajat.
"Pemilik hajat dipanggil untuk diminta keterangannya, sementara beberapa nasi bungkus didalam besek sudah kami sita untuk dijadikan barang bukti," ungkapnya. (Isfari Hikmat/Koran SI/lsi)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan