MOJOKERTO - Warga Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur digegerkan dengan temuan sesosok bayi laki-laki di sungai Semanding, desa setempat, Minggu (5/7/2009).
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan badan penuh luka. Diduga, bayi itu sengaja dibuang orang tuanya.
Menurut saksi mata, Ali Bin Tholip (45) sekira pukul 14.30 WIB, dia tengah duduk-duduk di salah satu warung kopi yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP). Tiba-tiba, seorang warga memberitahukan kepadanya, bahwa ada bayi yang tergeletak di sungai. Mendapat informasi itu, dia dan beberapa warga lain langsung melakukan pengecekan.
"Waktu kami lihat, posisi bayinya miring dan berada di tepi aliran sungai. Beruntung airnya sedang surut, sehingga bayi itu tak terbawa arus," terang Ali.
Di sebelah mayat bayi tersebut, kata Ali, terdapat tas plastik berwarna hitam yang berisi tali pusar. Ali menduga, bayi itu tak lama dilahirkan dan langsung dibuang oleh orangtuanya. Hal itu diperkuat dengan kondisi tubuh sang bayi yang masih terlihat segar dan belum membusuk. "Belum busuk. Mungkin membuangnya pagi buta," tebaknya.
Di beberapa bagian tubuh bayi malang itu juga ditemukan bekas luka seperti gigitan binatang. Sedikitnya ada tiga luka yang tampak jelas di bagian kepalanya. Diduga, luka itu merupakan gigitan kepiting air tawar. Lantaran di sungai tersebut terlihat banyak hewan jenis ini. "Mungkin ini bayi hasil hubungan gelap. Tapi kasihan, kondisi bayinya terlahir dengan sehat," katanya sembari memperkirakan bobot bayi itu hampir 4 kilogram.
Kapolsek Trowulan, AKP Muhamad Anwar membenarkan kejadian ini. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Polisi juga akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. "Bayinya akan divisum dan polisi akan menyelidiki kasus ini," terang Anwar.
Dugaan sementara, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap yang oleh orangtuanya kemudian dibuang. Melihat kondisi bayi saat ditemukan, Anwar pun menduga bahwa bayi tersebut belum lama dilahirkan. "Memang belum membusuk. Untuk kepastiannya, menunggu hasil visum," pungkasnya.(Tritus Julan/Koran SI/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan