TUBAN - Ratusan atap rumah dan sejumlah gedung di pusat kota Tuban rusak dihantam angin puting beliung Sabtu malam, 4 Juli. Hingga hari ini, warga masih terlihat sibuk membenahi rumahnya yang diterjang angin. Kerugian ditaksir mencapai Rp125 juta, Minggu (5/7/2009).
Salah satu gedung yang tak luput dari amukan angin, adalah atap Mapolsek Kota Tuban. Atap bangunan itu terbang saat terjadi hujan deras disertai angin mengguyur wilayah Tuban.
Selain gedung Mapolsek, atap gedung SD dan Gereja Santo Petrus Jalan Panglima Sudirman juga tak luput dari amukan angin.
"Rata-rata, kerusakan di atap bangunan," kata Kapolsek Kota, AKP Yani Susilo.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, hujan mulai mengguyur kawasan kota sekitar pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba salah satu unit gardu listrik di Jalan Agus Salim meledak dan mengakibatkan aliran listrik padam.
Suasana bertambah mencekam, saat angin kencang datang dan memporak-porandakan atap rumah dan gedung. Di kelurahan Mondokan, Kecamatan Kota, terdapat puluhan rumah warga mengalami rusak di bagian atap.
Di kelurahan Karangsari tercatat puluhan rumah rusak, dan beberapa pohon tumbang. Gedung SMPN 1 yang terletak di Jalan Kartini, dekat alun-alun kota juga diterjang angin dan rusak di bagian atap.
"Angin datang dengan cepat saat listrik padam. Suaranya keras sekali. Kami langsung mencari perlindungan," kata Sumarni (40).
Hingga pukul 23.00 WIB Sabtu malam, warga masih khawatir angin akan datang, sehingga suasana masih terasa tegang. Beberapa warga mulai membersihkan rumahnya, dan sebagian memilih bermalam sementara di rumah tetangganya yang tidak terkena amukan angin. "Semalam tidak bisa tidur. Takut angin datang lagi," terangnya.
Dari catatan Polsek Kota, lebih dari 100 rumah warga mengalmi rusak ringan di bagian atap. Tidak ada laporan rumah roboh akibat angin kencang tersebut. (Nanang Fahrudin/Koran SI/nov)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan