BALIKPAPAN - Perairan Balikpapan ditetapkan sebagai salah satu perairan rawan kejahatan laut (danger spot area) karena tingkat kejahatan sudah hampir menyamai selat Malaka. Bahkan saat ini termasuk dalam 10 besar kawasan perairan yang rawan tindak kejahatan laut.
"Perairan Balikpapan itu masuk dalam danger spot area. Ini berdasarkan laporan badan internisonal yang menangani keluhan/pengaduan masalah kejahatan di perairan suatu Negara, bahkan CNN sendiri telah memasukan perairan Balikpapan sebagai salah satu yang terawan," ungkap Dan Lanal Balikpapan Letkol (P) Retarto ditemui selasa siang di sela-sela sidak kunjungan ke TPS persiapan Pilpres bersama Wakil Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (7/7/2009).
Menurut Retarto selama bertugas tiga bulan ini, ditemui sejumlah kejahatan laut seperti kasus pembajakan dan pencurian kapal-kapal tanker asing yang tengah bersandar di perairan Balikpapan. Yang paling tinggi adalah pencurian di kapal-kapal asing.
"Kami pernah tangani pembajakan kapal cruboat pertengahan juni lalu dan tgl 28 juni kita tangkap enam pelaku pencurian kapal asing Ocean tanker," ujarnya.
Perairan Balikpapan jelas Retarto termasuk kawasan yang padat lalulintas kapal-kapal asing jenis tanker, pengangkut batu bara dan kapal penumpang sehingga dibutuhkan peningkatan pengawasan dan pengamanan yang lebih di perairan tersebut.
"Tanggal 3-8 Agustus mendatang kita akan latihan pengamanan bersama dengan Thailand nama operasi Sea Garuda. Salah satunya upaya peningkatan kemampuan pengamanan laut," ujar Retarto.
(fit)