Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Naik di Ngawi, Pemilik Tas Mutilasi Seorang Pria

Daru Waskita , Jurnalis-Sabtu, 11 Juli 2009 |03:27 WIB
Naik di Ngawi, Pemilik Tas Mutilasi Seorang Pria
A
A
A

YOGYAKARTA - Dalam pemeriksaan di Mapolsektabes Umbulharjo, Kondektur Bus Sumber Kecono, Madenan (45) mengaku dirinya sempat dibantu seorang laki-laki yang diduga kuat pemilik tas kain berisi potongan tubuh manusia.

"Sebelum sampai Ngawi, Jawa Timur, ada tas yang hamir terjatuh. Saya mencoba merapikannya dibantu seorang laki-laki yang kemungkinan besar pemilik tas," kata Madenan di Mapolsektabes Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (10/7/2009).

Menurut warga Sumber Agung, Perak, Jombang, Jawa Timur ini, dirinya tidak memperhatikan betul laki-laki yang membantunya. Bahkan lupa dengan warna baju maupun perawakannya karena tidak menaruh curiga sama sekali.

"Yang saya ingat adalah pria dan tidak menggunakan jaket seperti penumpang yang lainnya. Saat itu penumpang bus juga sedang ramai," ujarnya

Madenan memastikan, selama perjalanan dari solo hingga Yogyakarta, busnya tidak menaikkan penumpang. Sehingga kemungkinan pria yang membawa tas tersebut naik sebelum Ngawi, Jawa Timur.

"Sejak memasuki Jawa tengah bus tidak lagi menaikkan penumpang, sehingga pria yang membawa tas hitam merupakan penumpang dari Jawa Timur," tandasnya

Lebih lanjut Madenan menambahkan, cara orang mengemas potongan tubuh juga sangat rapi. Karena saat dibuka tas yang berisi tangan dan kepala tidak ada darah yang menetes sama sekali.

"Tas itu sangat rapi, tak ada tetesan darah sehingga kita tidak curiga. Setelah dibuka baru diketahui isinya potongan tubuh manusia," pungkasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement