getting time...

NEWS » News

TNI Tangkap 3 Anggota OPM Pascapenembakan WNA

Minggu, 12 Juli 2009 08:08 wib

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen mengonfirmasi bahwa pihaknya berhasil menangkap tiga orang anggota OPM.

Penangkapan ini didahului baku tembak antara anggota TNI dengan beberapa anggota OPM pada pukul 11.00 WIT.Tidak ada korban jiwa dalam baku tembak tersebut.

"Kami telah menangkap tiga orang anggota OPM serta telah menggeledah mereka, menemukan sejumlah dokumen OPM dan beberapa pucuk senjata," tegas Sagom Tamboen di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2009.

Saat ini pihaknya sedang mencari informasi dan meminta keterangan dari anggota OPM yang tertangkap. Salah satunya untuk mengetahui keberadaan dan kekuatan OPM saat ini.

Pihaknya juga belum bisa berkomentar apakah kelompok mereka terlibat dalam penembakan warga Australia yang bekerja di PT Freeport. Namun, dengan tertangkapnya tiga anggota OPM akan bisa diketahui keterlibatan mereka.

"Kita sedang melakukan pemeriksaan apakah memang ada keterlibatan mereka atau tidak," jelasnya.

Tokoh masyarakat Papua Yorys Raweyai meminta aparat keamanan melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku penembakan Drew. Menurut Yorys, selama ini pengusutan insiden penembakan cenderung tidak tuntas karena ada kesan penanganannya dikaitkan dengan politik.

"Lakukan investigasi profesional agar terungkap akar dari insiden penembakan di Papua hingga tuntas," katanya di Jakarta.

Dia menambahkan, selama ini OPM juga sering menjadi kambing hitam setiap kali muncul insiden penembakan. Pemerintah seharusnya membuat terobosan untuk mengungkap dan mengatasi kekacauan yang sering terjadi di Papua.
(Koran SI/Koran SI/nov)

  • donn » 0 Tanggapan
    Iya jangan sampai salah tangkap tuh... nanti biar ada kambing hitamnya siapa saja boleh ditangkap biar ada yg dikambing hitamkan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Avner » 0 Tanggapan
    Janganlah terlalu mudah mencap suatu kelompok sebagai OPM atau semacamnya, Sidik dahulu dengan jelas baru kemudian disampaikan kepada khalayak secara jujur dan transparan. Kenapa saudara-saudara kita di Papua marah dengan kita, mungkin kita lupa kalau kita kurang berlaku adil untuk mereka. Pemerintah yang sekarang harus ikhlas bahwa 60% hasil kekayaan masyarakat Papua yang didapat dari Freeport dikembalikan kepada masyarakat Papua untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Papua, saudara kita sebangsa dan setanah air......
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.