Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

MOS Harus Bebas Dari Kekerasan

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Minggu, 12 Juli 2009 |23:36 WIB
MOS Harus Bebas Dari Kekerasan
A
A
A

JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menegaskan tidak boleh ada kekerasan pada Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diselenggarakan selama tiga hari mendatang.

Wakil Disdik DKI Jakarta Kamaluddin mengatakan, MOS tahun ajaran 2009/2010 ini dijadwalkan diselenggarakan sejak Senin 13 Juli hingga Rabu 15 Juli mendatang. Dirinya menegaskan, jika ada kegiatan perploncoan yang disertai kekerasan maka pihak sekolah akan ditegur.

Dirinya juga meminta partisipasi siswa maupun orangtua muri untuk melaporkan ke kepala sekolah ataupun langsung ke suku dinas Disdik di wilayahnya, jika melihat ataupun mengalami MOS yang disertai dengan kekerasan.

"Bagaimanapun perpeloncoan tidak dibenarkan dalam dunia pendidikan," kata Kamaluddin, Minggu (12/7/2009).

Kamaluddin menambahkan, tujuan kegiatan orientasi siswa ini guna memperkenalkan siswa kepada lingkungan sekolah, personel sekolah dan kegiatan sekolah yang bersifat akademik dan non akademik.

"Pada prinsipnya, MOS harus dirancang sebagai kegiatan massal yang menyenangkan. Buatlah MOS secara serius tapi santai karena bagaimanapun juga sekolah itu akan menjadi rumah kedua siswa," tuturnya.

MOS, lanjutnya, harus memenuhi prinsip murah, massal dan menyenangkan. Pihak sekolah tidak boleh memungut bayaran untuk kegiatan ini karena MOS sudah diprogramkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS).

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement