SURABAYA-Takut kapasitasnya overaload menampung suspect H1N1, Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya dan Dinas Kesehatan Jawa Timur meminta  kepada rumah sakit-sakit di daerah agar tidak merujuk pasien suspect H1N1 ke rumah sakit terbesar di Indonesia Timur tersebut.
Imbauan ini dilakukan dalam bentuk pertemuan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang dihadiri perwakilan rumah sakit-rumah sakit daerah di Jatim.
"Ada kecenderungan rumah sakit di daerah main gampangnya saja merujuk pasien suspect H1N1 ke merujuk ke RSUD Dr. Soetomo," ujar Prof. Urip, Senin (27/7/2009).
 Padahal, kata Urip,  sebenarnya penanganan kasus flu H1N1 mudah. Karena hal yang utama yang dibutuhkan untuk penanganan kasus flu H1N1 adalah ketersediaan ruang isolasi dan pemberian tamiflu. Sehingga karena mudah penanganannya ini, rumah sakit-rumah sakit daerah di Jatim ini dianggap mampu tangani sendiri.
Untuk mengantispasi kasus flu H1N1, RSUD Dr. Soetomo telah menyiapkan ruang isolasi intermediate. Sedangkan untuk yang positif mengidap H1N1, rumah sakit terbesar di Indonesia Timur ini telah memiliki ruang isolasi khusus lengkap dengan perlengkapan pengaman untuk para petugas paramedis.
Sejak marak kasus flu H1N1 pada Juni lalu, RSUD Dr. Soetomo Surabaya total telah merawat sekitar 30an orang pasien. Namun dari 30an tersebut tidak ada yang dianggap membahayakan.
Â
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.