Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Belasan Santri Diserang Muntaber, Satu Meninggal

Nanang Fahrudin , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2009 |01:07 WIB
Belasan Santri Diserang Muntaber, Satu Meninggal
A
A
A

BOJONEGORO - Istikomah (15), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Haris Desa Ngumpadalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro meninggal akibat serangan penyakit muntah berak (muntaber). Sedangkan, tiga santri lainnya terpaksa menjalani rawat inap di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Kejadian itu berawal pada Jumat 24 Jui lalu, belasan santri mendadak terserang muntaber. Pihak pondok lalu membawa santrinya ke puskesmas setempat, tapi sebagian orangtua santri memilih membawa anaknya pulang, dan merawat di rumah.

Korban meninggal, sebelumnya dibawa pulang ke rumah di Kecamatan Ngasem. Tapi, melihat kondisi korban yang terus memburuk, orangtuanya membawa ke puskesmas.

Pihak puskesmas pun kemudian merujuk Istikomah ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro berjarak sekitar 20 km. Tapi naas, korban tak terselamatkan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD.

"Sejak Jumat, Istikomah sudah dibawa pulang, kemudian dirujuk ke Puskesmas. Lantaran kondisinya parah, dibawa ke RSUD dan dalam perjalanan meninggal," terang Anik Marlena, salah satu santri asal Kecamatan Gondang, Senin (27/7/2009).

Anik menceritakan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda apapun. Karena, sebelumnya para santri memang tidak makan bersama-sama, seperti pada saat ada hajatan. Tapi, tiba-tiba perut mereka merasa mual dan muntah. Santri juga mengeluhkan buang air besar yang tak henti-henti. "Kami makan seperti biasa," jelasnya.

Sementara itu, data di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo menyebutkan, tiga santri mendapat perawatan medis dan harus menjalani rawat inap. Dua santri dirawat di ruang Nusa Indah khusus anak, RSUD setempat yakni Nikmatul Khoiriyah, kelas 3 asal Ngumpakdalem, dan Junaidah (15), asal Desa Pajeng, Kecamatan Gondang. Sedang, Siti Marfuah (18), asal Kecamatan Trucuk dirawat di ruang Flamboyan.

Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo drg Thomas Djaja menjelaskan, saat para santri masuk RSUD kondisinya sudah kehabisan banyak cairan. Belum bisa dipastikan penyebab muntaber yang diderita para santri. Tapi, ada kemungkinan para santri telah mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat sehingga banyak bakteri ekoli yang berada di perut korban. "Mungkin karena makanan atau minuman," terangnya.

Kondisi santri saat ini, lanjut Thomas masih membutuhkan perawatan intensif meski sudah mulai membaik. Sehingga, mereka belum diizinkan pulang sebelum kondisinya normal kembali. Dia juga membenarkan jika, salah satu santri meninggal sebelum sempat dirawat di RSUD.

"Kemungkinan korban minum air mentah dari sumur. Sebenarnya jika daya tahan tubuh kuat maka tidak masalah, tetapi kalau lemah bisa muntaber," jelasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement