JAKARTA - Legal consul keluaraga David Hartanto yakin jika mahasiswa pintar asal Indoensia yang kuliah di Singapura itu korban pembunuhan, bukannya bunuh diri.
Dugaan kuat motif pembunuhan mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) itu terkait proyek penelitiannya tentang sistem keamanan canggih yang ingin diambil demi kepentingan pihak Singapura.
Demikian dikemukakan legal consul keluarga David, OC Kaligis saat menggelar jumpa pers kasus pembunuhan David Hartanto dan langkah-langkah selanjutnya, di Wisma Intiland, Jakarta, Jumat (31/7/2009).
"David dibunuh dari bukti-bukti yang ada. Kalau untuk motif yaitu mengambil dari keahlian David, dan barang kali bisa menjadi sekuriti bagi Singapura," paparnya.
OC Kaligis menambahkan, hal ini bukan dugaan-dugaan semata-mata, melainkan berdasarkan dari fakta-fakta yang ada.
Sekadar diketahui, judul penelitian David Hartanto adalah "Multiview acquisition from multi-camera configuration for person adaptive 3D display".
Sistem yang dirancang David memiliki kemampuan membuat gambar visual tiga dimensi yang bisa tayang ke udara, khusus untuk teknologi intelijen, di mana sosok orang digital bisa diprogram masuk ke ruang tertentu dipantau melalui kamera CCTV, gerakannya dipandu pemindai gerak, dapat mengirim data, suara, layaknya manusia sungguhan yang sedang diperintah bekerja.(ram)
(mbs)