Kadal Ekor Ganda Hebohkan Warga Blitar

Senin, 03 Agustus 2009 16:25 wib | Solichan Arif - Koran SI

Kadal Ekor Ganda Hebohkan Warga Blitar Kadal berekor dua (Foto: Solichan Arif) BLITAR - Warga Jalan Suryat lingkungan Rebo Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar dihebohkan dengan munculnya seekor kadal berekor ganda. Reptil berkaki empat dengan ekor bercabang dua ini secara mendadak hadir di rumah Prawoto (42) warga setempat.

Oleh pemilik rumah, binatang berkulit cokelat kehijauan itu langsung ditangkap dan dimasukkan ke dalam kurungan jangkrik.

"Kejadianya sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu saya sedang duduk di teras tiba-tiba muncul kadal ini. Karena ekornya bercabang itu, kemudian saya tangkap. Waktu saya pegang binatang ini sepertinya jinak," tutur Prawoto atau akrab dipanggil Ki Woto, Senin (3/8/2009).

Secara anatomis, hewan berukuran panjang sekira 15 cm itu sama dengan kadal pada umumnya. Yang membedakan hanyalah ekornya yang bercabang dengan panjang sekira 5 cm.

Menurut Ki Woto, peristiwa penemuan kadal aneh itu berlangsung sekira sepekan lalu. Dari tradisi getok tular atau informasi dari mulut ke mulut yang masih kental di tengah masyarakat Blitar,kabar tersebut langsung menyebar. Bahkan sejumlah warga berdatangan ke rumahnya hanya untuk menyaksikan hewan yang terbilang langka itu.

"Banyak warga yang penasaran dengan ekor cabangnya. Karena selama ini mereka melihat kadal ekor cabang dalam kondisi sudah mati. Sedangkan ini masih hidup," terangnya.

Sebelum "didatangi" kadal ekor cabang, Ki Woto mengaku pernah bermimpi didatangi seorang laki-laki tua. Dalam mimpinya, tanpa berkata pria tua berjubah putih itu memberinya sepasang keris kembar.

"Saya tidak tahu apakah mimpi saya ini berkaitan dengan kadal berekor cabang ini atau tidak, "paparnya.

Dari sejumlah pengunjung yang datang, Ki Woto mengaku ada beberapa di antaranya sempat mengajukan penawaran. Sebab di kalangan paranormal dan tabib ada keyakinan, kadal bercabang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

Namun sejauh ini, Ki Woto mengaku belum berniat menjual hewan yang setiap hari diberi makan jengkrik dan butiran jagung muda ini. "Sudah ada orang Surabaya yang menawar Rp7 juta. Tapi sementara ini saya masih ingin memeliharanya sendiri. Menurut kepercayaan sebagian orang, minyak dan daging ini mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Terutama penyakit kulit," pungkasnya.(lsi) (Solichan Arif/Koran SI/mbs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »