getting time...

NEWS » News

Lebih Berbahaya Tapi DBD Kalah Tenar dari H1N1

Gugi Nurfajar - Okezone
Rabu, 5 Agustus 2009 14:02 wib

JAKARTA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan penyebaran virus H1N1 atau lebih dikenal dengan flu babi.

Namun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama, menyayangkan kenapa media hanya mengekspos virus H1N1 dibandingkan penyakit yang muncul karena nyamuk itu.

"Padahal DBD lebih berbahaya dari H1N1, meskipun H1NI penyebarannya lebih cepat. Tingkat kematian DBD lebih tinggi dibandingkan H1N1," kata Tjandra Yoga di Kantor Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (5/8/2009).

Dia mengimbau, agar masyarakat peduli dan berperan aktif menanggulangi penyakit yang biasa muncul saat musim penghujan dan banjir itu.

Dari tiga cara pencegahan DBD atau biasa dikenal 3M, Menguras bak mandi, Menutup rapat penampungan air, dan Mengubur atau menimbun barang bekas yang dapat menampung air, menurut Tjandra Yoga hanya satu yang sulit.

"Menimbun barang yang sulit karena keterbatasan lahan," tandasnya.

Depkes mencatat, terdapat 14 titik dengan tingkat kasus DBD tertinggi diantaranya Medan, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bekasi, Cimahi, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Manado, Makassar, dan Sorong.

Di Jakarta sendiri pada 2008 terdapat 28.361 kasus DB. Sedangkan di Indonesia pada 2008 tercatat ada 136.399 kasus demam berdarah, yang  memakan korban jiwa sebanyak 1.170 orang di mana kebanyakan menimpa anak-anak.
(lsi)

  • asjiyanto » 0 Tanggapan
    DBD memang lebih membahayakan dibanding H1N1, penyakit baru memang selalu lebih tenar dibanding penyakit yang sudah familier, untuk itu perlu sosialisasi tentang H1N1 di kalangan masyarakat bawah yang minim informasi kesehatan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.