Sekolah Swasta di Kota Bekasi Takut Tak Kebagian Siswa

Kamis, 06 Agustus 2009 14:59 wib | Tedi Suteja - Global

BEKASI - Ratusan guru sekolah se- Kota Bekasi pagi tadi melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Walikota Bekasi. Dalam aksinya mereka menuntut pendaftaran siswa baru tahap II dibubarkan lantaran merugikan sekolah-sekolah swasta.

Ratusan guru yang mengatasnamakan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) serta mahasiswa Bekasi mendatangi kantor Walikota Bekasi pagi tadi.

Para guru dan mahasiswa menyatakan menolak pendaftaran siswa baru tahap ke dua dan susulan tahun 2009-2010 karena ilegal dan tidak mempunyai dasar hukum.

Selain itu mereka menuntut sekolah SMA 41 yang ilegal ditutup lantaran belum adanya gedung skolah dan belum terdaftar. Bahkan mereka juga melakukan aksi theaterikal pejabat dimasukan kedalam kurungan ayam.

Bahkan dengan adanya pendaftaran siswa baru tahap dua ini, sekolah-sekolah swasta di Kota Bekasi juga dirugikan dengan adanya PSB tahap dua dan susulan tersebut.

Pasalnya banyak siswa yang sudah mendaftar dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah swata banyak yang keluar dengan aksodus pulang kampung dan ternyata mereka diterima di sekolah negeri lewat jalur belakang, yakni PSB tahap kedua dan susulan.

Menurut keterangan wakil Kepala Sekolah Duren Jaya Bekasi Timur Rusmanto pendaftaran siswa baru tahap dua dan susulan tersebut sudah berjalan di setiap sekolah swasta baik SMP maupun SMA.

Adanya PSB tahap dua ini dinilai merugikan sekolah swasta lantaran banyak kelas-kelas kosong, karena tak ada siswa. (Tedi Suteja/Global/fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »