getting time...

NEWS » News

AJI: Beritakan Teroris, Media Massa Harus Kritis

Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Jum'at, 14 Agustus 2009 05:05 wib

JAKARTA - Pascapenyergapan teroris di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, media massa berlomba mengambil kesimpulan bahwa teroris yang tewas dalam peristiwa itu adalah gembong teroris Noordin M Top.

Namun ternyata perkiraan itu meleset. Korban tewas adalah Ibrohim, otak peledakan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

"Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengimbau redaksi media massa agar tetap kritis menyikapi informasi yang muncul dari sumber-sumber anonym. Informasi semacam itu peril ditindaklanjuti dengan proses verifikasi yang ketat, yakni dengan melakukan reportase dan mewawancarai sumber-sumber terkait yang kredibel," demikian pernyataan tertulis ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika yang diterima okezone, Jumat (14/8/2009).

Lebih jauh Wahyu menyerukan kepada pihak kepolisian agar senantiasa menjunjung tinggi transparansi dan menyediakan akses informasi yang memadai untuk jurnalis dalam penyidikan kasus peledakan bom di Mega Kuningan.

"Kami tegas menolak upaya untuk menutup akses informasi kepada jurnalis dengan alasan membahayakan dan bahkan menggagalkan upaya penyidikan," imbuhnya.


(lam)

  • Lutfi ST » 0 Tanggapan
    itulah media sekarang.. media media seharus independent dan jangan membuat kekeruhan dimasyarakat. berita yg di sampaikan seharusnya harus recheck kebenarannya dan dipertanggungjawabkan. kalau hal ini tidak dilakukan, saya khawatir masyarakat dunia menilai media hanyalah sebagai corong konspirasi global. bravo media....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sigit » 0 Tanggapan
    saya setuju dengan sdri Nani Media juga harus punya batas-batas kewajaran agar masyarakat tidak dibuat untuk ikut larut dalam pemberitaan media padahal berita dari media blm tentu benar... Teroris juga pasti mencari informasi dari media..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nani » 0 Tanggapan
    memang betul apa yg di bilang Bung Wahyu Djatmika,agar media massa kritis menyikapi informasi2 dari sumber2 anonim yg hrs ditindaklanjuti dengan proses verifikasi, itu penting dan wajib. tapi dlm hal transparasi, menurut sy tranparansi yg bagaimana dulu yg boleh dibuka untuk diinformasikan kpd umum. Jangan di gebyah uyah dong Pak ! memangnya para teroris itu tdk bisa baca apa!? memangnya para terosris itu tidak lihat TV juga apa!? tdk bisa-lah kalo semua informasi ditranparansikan semuanya pasti polisi punya alesan yg memang harus disimpan guna melancarkan usaha pengejaran terhadap para teroris. coba perhatikan pada waktu penggerebekan di temanggung, ternyata yg bikin saya bingung justru berita-2 yg disampaikan oleh media elektronik maupun media cetak, KEMERUH semua. tapi bagaimanapun juga saya harus tetap "say thank you kpada media elektronik dan media cetak atas informasi2nya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.