getting time...

NEWS » News

Pangdam Diponegoro: Lihat Orang Bersorban, Laporkan Saja!

Thomas Joko - Okezone
Senin, 17 Agustus 2009 13:21 wib

SEMARANG - Berkaitan dengan diperiksanya 9 warga negara Filipina di Mapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto meminta masyarakat harus lebih peka terhadap ancaman terorisme.

"Jika ada orang asing memakai sorban dan jubah serta berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan. Masyarakat harus lebih peka terhadap hal-hal seperti itu," tegas Pangdam usai mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Senin (17/8/2009).

Dikatakan oleh Mayjen Haryadi Soetanto masyarakat Indonesia sekarang ini masih terlalu longgar. Pengamanan sudah dilakukan oleh TNI, namun kesadaran masyarakat terhadap ancaman-ancaman teror bom terlalu rendah.

"Berulang kali terjadi ledakan bom tapi masyarakat malah menganggapnya sebagai sesuatu hal yang biasa. Kepekaan terhadap ancaman teror itu terlalu rendah," katanya.

Ditambahkan olehnya peristiwa di Temanggung tak perlu terjadi jika masyarakat berperan aktif dan peka terhadap ancaman terorisme.

"Padahal potensi teror ada di negeri ini seperti ajaran-ajaran yang tidak benar, kemiskinan dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," jelas Pangdam.

TNI, menurut Pangdam, sudah mengawasi pergerakan masuk keluar warga asing mulai dari pelabuhan serta jalur perbatasan bekerjasama dengan imigrasi.

"Kita tidak bisa menghalang-halangi orang asing yang akan berwisata.
Tapi kalau tidak jelas tujuannya datang ke Indonesia itu menjadi tugas polisi," ujarnya.

Mengenai 9 warga negara Filipina tersebut, Pangdam mengatakan telah diambil langkah-langkahnya oleh Polda Jateng, dan mereka akan dikembalikan ke negaranya.

"Kalau tidak jelas tujuannya kesini, daripada ngerecokin dan membawa kerusuhan, pulangkan saja," cetus Pangdam.

Dia menambahkan bahwa harus mulai lebih tegas terhadap hal-hal seperti itu. Negara ini adalah negara hukum sehingga tidak bebas orang bisa keluar masuk seenaknya saja. (hri)
(ahm)

  • sangnaga » 0 Tanggapan
    Satu saja... Jenggot yang bisa buat dan yang bisa menumbuhkan hanya Allah... sekarang Allah sebagai pencipta harus dilaporkan ke aparat keamanan... karena telah menumbuhkan jenggot... Terkutuklah engkau akan AZAB ALLAH...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hamid » 0 Tanggapan
    Waduh, kok jadi gitu, disini, UAE sebagian besar ya bersorban, berjubah dan berjenggot, tp, Insya ALLAH, bukan teroris. Oom saya, berjenggot, kerja di Qatar, kadang kalau mudik, ya berpakaian jubah atau ala Bakistani, tp Insya ALLAH bukan teroris. Gmn mau jadi teroris, wong cari makan jg berat, harus ke negeri orang, smntr msh pny tanggungan anak istri. Trus, Pangeran Diponegoro, kan, bersorban, berjanggut dan berjubah....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vanz » 0 Tanggapan
    jadi pangdam diponegoro kok gak tau diponegoro kayak gimana?jelas-jelas pake sorban kan?kualat lho,,mau orang indonesia,orang asing, hak dia donk pake sorban,lagian emang yang ngebom Hotel pake sorban?liat donk yang bener,,diskriminasi nih sama sorban,,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • goendoel » 0 Tanggapan
    Hei Pangdam... kenapa orang bersorban harus dilaporkan..??! Apakah negara ini mau kau bikin jadi negara yg tiap tahun mengirim anak gadisnya utk ber-BIKINI di kontes2 Kafir itu... Dasar Pangdam otak Udang Loe !!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dys » 0 Tanggapan
    PANGDAM KOK NGOMONGNYA GITU... OTAKNYA DI MANA? MIKIR DULU DONG SEBELUM OMONG.. GAK HABIS FIKIR.. ORANG GITU KOK BISA JADI PANGDAM... OH INDONESIAKU.. GIMANA BISA MAJU.. KALO PEJABATNYA CARA FIKIRNYA BEGITU.. CEKAK..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.