BLITAR - Didatangi delapan orang berjubah dan berjenggot, sebuah masjid yang berada Jalan Melati, Kepanjen Kidul, Kota Blitar, diawasi aparat kepolisian dan TNI setempat.
Kegiatan delapan orang yang mengatasnamakan Jamaah Tabligh Jahullah ini dipantau secara serius. Sebab, dikhawatirkan, aktivitas mereka terkait dengan kelompok teroris jaringan Noordin M Top.
Takmir Masjid Jami' Supriyanto (58), mengaku didatangi aparat kepolisian dan TNI, sehari sebelum rumah ibadah yang dikelolanya mendapat tamu dari Jamaah Tablik Jahullah. "Kami diberitahu petugas bakal ada tamu berpakaian gamis. Dan aparat akan melakukan pengawasan," ujarnya, Selasa (18/8/2009).
Jamaah yang dipimpin seorang Amir bernama Ahmad Maringiang ini tiba di masjid sejak Senin 17 Agustus 2009. Oleh aparat kepolisian, Supriyanto diperintah untuk meminta identitas (KTP) termasuk ikut memantau materi dakwah yang disyiarkan kepada makmumnya.
"Dua dari anggota jamaah yang katanya terpusat di Papua ini KTP-nya sudah mati. Namun semuanya sudah saya data," papar Supriyanto.
Dari pantauan Supriyanto, materi dakwah yang diajarkan jamaah Jahullah ini tidak sama dengan ajaran yang dibawa kelompok teroris. Karenanya dia yakin jamaah ini tidak terkait kelompok Noordin M Top.
Kasat Intel Polresta Blitar AKP Suryadi, membenarkan adanya pengawasan terhadap delapan orang berjubah ini. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda jamaah tersebut terkait kelompok teroris Noordin M Top. "Pagi ini, mereka pergi menuju Malang," tegasnya saat dikonfirmasi.
(Solichan Arif/Koran SI/teb)