getting time...

NEWS » News

Polda Riau Masih Selidiki Kasus Salah Tembak

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Selasa, 18 Agustus 2009 16:48 wib

PEKANBARU - Kasus salah tembak yang membuat Ilsa Plora Sintia (10) meregang nyawa yang diduga dilakukan dua anggota Polres Bengkalis yakni Briptu Surya dan Briptu Boy kini dalam tim Propam Polda Riau.

Dari pemeriksaan sementara penyidik, keduanya mengaku saat penembakan peluru sebenarnya mengarah pada buronan polisi yakni    Suwarno. Namun tembekan itu ternyata meleset dan mengenai tanggi motor RX King pelaku.

"Peluru itu mengenai samping tangki, kemudian melesat ke arah korban yang tidak jauh dari TKP," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Zulkifli kepada okezone di ruangannya Selasa (18/8/2009).

Sejauh ini, kata dia, penyidik belum bisa memastikan siapa polisi yang menembakan peluru yang mengakibatkan Ilsa meninggal dunia setelah kepalanya tertembus timah panas petugas.

"Inilah yang masih didalami, kita juga belum tahu apakah saat penyergapan dipimpin seoarang perwira atau tidak. Kita belum dapat info dari Polres," tandasnya.

Apakah dalam penyergapan itu polisi sudah melalui prosedur tetap?

"Prosedurnya yang harus dilakukan di lapangan yaitu tidak boleh menembak pelaku yang sedang bergerak, termasuk juga tidak boleh menembak saat ada keramaian. Itu juga yang masih didalami. Kini keduanya masih ditahan Polres Bengkalis untuk pemeriksaan," terang Zulkifli.

Mengenai santunan terhadap keluarga korban, pihaknya belum melakukan kordinasi karena saat ini masih dalam keadaan berkambung. "Nanti kalau sudah waktunya kita baru kesana, kalau saat ini belum takut salah tanggap," tutupnya.

Seperti diketahui, penembakan terhadap Ilsa putri Ira Susanti terjadi pada Sabtu 16 Agustus di Desa Mandiri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Kasus salah tembak oleh jajaran Polda Riau sebelumnya juga pernah terjadi. Edikson Sianturi warga Duri, Siak, Mei 2009 lalu juga tewas setelah diberondong senjata api polisi karena dituding sebagai komplotan perampok.
(teb)

  • bon jovi » 0 Tanggapan
    saya turut prihatin atas kejadian salah tembak namun kesalahan tersebut tidak sepenuhnya adalah kesalahan personil polri karena pengalaman selama ini, apabila ada petugas sedang melakukan penyergapan masyarakat selalu ingin tahu dan mendekati TKP, Polisi juga manusia...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.