getting time...

Perbedaan Jenggot Genetik & Ideologis

Muhammad Saifullah - Okezone
Selasa, 18 Agustus 2009 08:03 wib
www.nu.or.id
www.nu.or.id

JAKARTA - Maraknya aksi terorisme kembali mengusik ketenangan rakyat Indonesia akhir-akhir ini. Hal itu pun semakin diperparah dengan sikap reaktif pemerintah dalam menanggulangi terorisme.

Tak pelak drama penangkapan serta perburuan pun marak mewarnai berbagai media di Indonesia. Sejumlah pihak pun lantas menyeru agar pemerintah tak meniru kebijakan pemerintah Amerika Serikat dalam menangani terorisme. Sebab, sampai kapan pun kekerasan tak akan mampu membungkam kekerasan.

Lantas formulasi seperti apa yang tepat dalam meredam ancaman keamanan yang nyata itu, kecuali dengan metode kekerasan?

Berikut wawancara okezone dengan Ketua I Pengurus Besar Nahdatul Ulama yang membidangi urusan pendidikan dan kebudayan, Masdar Farid Masudi atau yang biasa dipanggil Kang Masdar.

Kang Masdar, bagaimana Anda melihat fenomena terorisme dan penanganannya di Indonesia?

Saya pikir teroris itu kan wujud dari kekerasan primitif yang telanjang. Mencoba menaklukkan orang dengan cara kekerasan. Padahal menaklukkan secara fisik itu sangat dangkal. Umat Islam sudah tak zamannya lagi menggunakan pendekatan primitif seperti itu.

Lantas menurut Anda apakah metode pemerintah dalam memerangi terorisme di Tanah Air sudah tepat?

Saya kira perang dalam pengertian menaklukkan secara fisik sudah kedaluarsa. Itu kan perang pada zaman primitif. Perang pada intinya kan menaklukkan orang. Cara yang paling canggih dan efektif adalah dengan kelembutan dan perilaku yang anggun.

Jadi terorisme tak akan bisa dihilangkan dengan kekerasan?

Anda tak akan bisa menaklukkan orang dengan ancaman fisik dan keangkuhan. Tapi Anda akan sukses dengan kebaikan dan keanggunan. Saya kira harus berubah paradigma dalam menaklukkan orang. Penaklukan yang paling elegan adalah dengan soft war dan itu lebih beradab.

Dalam konteks ini, menurut Anda, apakah pernyataan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto yang meminta masyarakat waspada terhadap orang bersurban, bergamis, serta berjenggot itu layak dilontarkan?

Itu bisa dipahami, meski sebetulnya tak boleh digeneralisir ke semua kelompok. Mungkin karena atribut semacam itu (bersurban, berjubah, berjenggot) biasa dipakai kelompok-kelompok radikal, maka-nya akhirnya dilekatkan.

Pernyataan Pak Haryadi bukan tanpa dasar, karena asosiasinya mungkin kepada guru Noordin M Top, yaitu Abu Bakar Ba'asyir dan Pak Sungkar. Itu versi pihak Amerika Serikat.

Sebetulnya bagaimana asal usul jenggot sehingga dijadikan salah satu atribut oleh para penganut Islam radikal?

Jenggot muncul karena dua faktor yaitu karena faktor genetik dan ideologis. Secara ideologis dalam artian bukan sunnah rasul. Melainkan memang sengaja dipanjangkan karena keyakinan bisa digunakan untuk menakut-nakuti orang lain.

Dalam situasi perang dulu, kalau orang berjenggot apalagi jenggot yang tebal seperti milik orang arab itu kan memang serem. Bermanfaat untuk menggertak musuh dan menjadi bagian dari psy war. Tapi kalau jenggot orang Indonesia yang cuma lima biji kan malah bikin ketawa musuh.


(ful)

  • orang mencari ilmu » 0 Tanggapan
    subhanalloh,sesungguhnya apa yg dikatakan oleh rosulluloh memang benar,bahwa diakhir jaman banyak orang yang mengaku berilmu,tetapi justru menjerumuskan orang keneraka,karena kebodohannya,contohnya ya pernyataan tentang jenggot oleh orang ini,banyak hadist yg menyatakakan ttg wajibnya jenggot,ATO MUNGKIN ORANG INI TDK INGIN DICAP TERORIS,DENGAN MENJUAL AGAMANYA?SUNGGUH KLO CIRI2 TERORIS HANYA PENAMPILAN FISIK YG DISEBUTKAN ITU,APAKAH ORANG ARAB SEMUA TERORIS?ATO KYAI2 DIPESANTREN2 SEMUA TERORIS?INI HANYA PROVOKASI UNTUK MENAKUTI ORANG2ISLAM UNTUK BELAJAR ISLAM YG SESUNGGUHNYA.SEMOGA ALLOH MEMBERI PERINGATAN KEPADA ORANG2 YANG MENJUAL AGAMANYA DEMI DUNIA!!!!!AMIN!!!!AMIN!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • muhamad avicena albana » 0 Tanggapan
    masya alloh bapak ini kalo komentar kelihatan sekali kalau dia beragama islam tapi tidak tahu tentang islam, saya kasih tahu pak, jenggot hukumnya wajib bagi seluruh umat muslim, dan ada faedahnya ternyata nabi muhammad saw mengajarkan kepada kita tentang kesehatan yang tidak diketahui oleh orang banyak, berdasarkan hasil penelitian ternyata jenggot bisa mengurangi resiko orang terkena kanker kulit. subhanalloh. sebelum komentar dipikir dulu pak...anda orang pesantren mungkin harusnya lebih tahu dan ngerti...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lukman » 0 Tanggapan
    mas dar, NT blajar agama lagi aja ya, biar ngomongnya ga ngawuer,,,,,,,,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • saifudin » 0 Tanggapan
    setahu saya berjenggot kok wajib to ustadt. itu juga pendapat Imam Safii dan imam yang lain. berjenggot itu untuk tidak tasabuh dengan wanita dan kaffir (berkumis )????????
    Beri Tanggapan Laporkan
  • winarto » 0 Tanggapan
    Siapa bilang tokoh yahudi tidak berjenggot?.(lihat vidio orang yahudi yang dibantai oleh tentara Napoleon), hampir semua tokoh yahudi berjenggot. masalahnya apakah mental extrim mereka sama dengan orang berjenggot lainnya? aku rasa sebagian mirip.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.