getting time...

'Wow Factor' Muluskan Noordin Rekrut Pengantin

Lusi Catur Mahgriefie - Okezone
Jum'at, 21 Agustus 2009 11:40 wib

JAKARTA - Banyak orang bertanya-tanya, ilmu apa yang dimiliki Noordin M Top hingga dia mampu merekrut pengantin atau pelaku bom bunuh diri dengan mudah.

Usia para pengantin yang masih relatif muda, seperti Dani Dwi Permana (JW Marriott) dan Nana Ichwan Maulana (Ritz Carlton), memang menjadi salah satu faktor utama. Usia remaja dianggap sebagai usia sugestif dan mudah dipengaruhi.

Namun ternyata ada faktor lain yang memudahkan perekrutan pengantin, yaitu 'wow factor' yang dimiliki Noordin. Satu faktor ini menjadi semacam senjata ampuh baginya.

Demikian dikatakan pengamat militer Mardigu kepada okezone. Berikut petikan wawancaranya:

Apa yang dimiliki Noordin M Top untuk memudahkan merekrut pengantin?

Saya pernah membantu 'membersihkan' kembali otak orang-orang yang sempat terkena pencucian otak oleh Noordin. Ditanya soal Noordin, mereka jawab Noordin orang yang kharismatik, santun, berwibawa. Inilah yang disebut wow factor.

Seberapa kuat wow factor ini mempengaruhi?
Dengan adanya wow factor ini, siapapun yang melihat Noordin bagaikan seseorang yang mengalami cinta pada pandangan pertama.

Bagaimana proses wow factor ini hingga bisa mempengaruhi?
Dengan menggunakan panca indera. Kalau orang ini rapi maka enak kita lihat, tutur kata lembut maka enak didengar. Jika rapi dan wangi membuat indera mata dan penciuman terpuasi. Lalu dia berbicara, dan wow factor ini bekerja.

Salah satu teknik memperlihatkan wow factor yaitu saat di masjid melihat seseorang yang setelah salat lalu berdoa dalam waktu yang lama. Biasanya orang itu sedang bermasalah. Lalu didekati, diajak ngobrol soal masalahnya seakan-akan dia berempati.

Mengenai pencucian otak mudah dilakukan pada usia muda?
Pencucian otak yang diterapkan kepada para teroris, hanya digunakan untuk para pengantin. Adapun usia yang rawan terkena hal ini yakni usia 15-25 tahun, atau disebut usia sugestif, usia muda mudah dipengaruhi.

Mudahnya dipengaruhi maka akan mudah menanamkan konsep jihad.

Bagaimana dengan teroris yang usianya tak muda lagi?
Usia di atas itu, direkrut karena punya kesamaan pernah jihad di Poso, Ambon lalu di Afganistan. Jadi sama-sama pernah berjuang. Misalnya Saefuddin Jaelani, Ibrohim.

Mengenai tempat tinggal teroris?
Ada sebuah SOP (standard operating procedures) di mana mereka harus ada di tempat aman hanya untuk satu atau tiga hari tinggal, tidak boleh lama.

Jika kemudian sebuah tempat yang kemudian dipilih untuk tempat tinggal jangka panjang harus memenuhi sejumlah syarat, seperti lingkungan harus aman. Kecuali untuk melakukan penyerangan dalam waktu dekat seperti yang di Jatiasih, Bekasi.
(lsi)

  • AGUS » 0 Tanggapan
    Islam tdk ada mengajarkan jihat itu dengan bunuh diri, jika ada yg berpendapat jihat itu dengan bunuh diri. maka mereka bukan islam, melainkan temannya iblis laknatulloh.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Muhid » 0 Tanggapan
    ISLAM itu cinta damai, kenapa harus main bom-2an ? kasian kan yang kena juga orang ISLAM !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ari » 0 Tanggapan
    untuk teman-teman yang mau komentar, mohon agak nyambung dikit dengan tema yang di angkat. Untuk neraka jahanam, nama adalah doa, semoga tercapai cita-citanya untuk menuju kesana. Untuk pengamat militer Mardigu, kalau menjawab pertanyaan dari OKEZONE yang cerdas dikit dong... masa jawabannya seperti orang bodoh gitu...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • neraka jahanam » 0 Tanggapan
    bner-bner tuh...neraka jahanam! eh,lo klo mw ngebom di negara lo sndri dunk... jgn dsini...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • saifudin » 0 Tanggapan
    nurdin udah ditembak polisi, ia hanya hidup untuk politisasi intelijen. agar dana densus 88 tetap terkucur. satu lagi untuk melegalkan terorisme=islam
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.