getting time...

NEWS » News

Presiden SBY Minta Pemerintah Malaysia Sensitif

Selasa, 25 Agustus 2009 16:15 wib

JAKARTA - Malaysia berulang kali berulah dengan mengklaim kebudayaan Indonesia, yang memancing kemarahan masyarakat Indonesia. Setelah Batik, Angklung, Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayange, Malaysia mengklaim tari Pendet asal Bali dalam  iklan pariwisatanya.

Mengenai persoalan ini, Presiden SBY mengaku sudah mendapat penjelasan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Menteri Luar Negeri. Presiden juga telah memerintahkan untuk segera mematenkan kebudayaan asal Indonesia agar tidak diklaim Malaysia. 

"Bagaimanapun saya berharap pemerintah Malaysia bisa menjaga sensitivitas rakyat Indonesia yang berkaitan dengan itu, karena kejadian ini bukan yang pertama kali," kata SBY di Istana Presiden Jakarta, Selasa (25/8/2009).

Kata SBY,  dari jawaban sementara Malaysia, iklan tersebut dibuat oleh perusahaan yang berakitan dengan isu kepariwisataan di Malaysia.

SBY juga menegaskan bahwa surat protes yang telah dilayangkan Indonesia kepada pemerintah Malaysia dianggap pantas dan tidak berlebihan. "Protes yang dilakukan pemerintah Indonesia saya anggap tidak berlebihan karena sudah terjadi beberapa kali dan ini tujuannya untuk kebaikan di masa depan," tegasnya.

Selain itu SBY berharap eminent grup Indonesia-Malaysia dapat dimanfaatkan untuk menghadapi persoalan sengketa Indonesia-Malaysia, termasuk isu-isu hak cipta seperti yang terjadi sekarang ini.

SBY juga menyinggung persoalan tenaga kerja Indonesia yang bekeja di Malaysia. Saat ini menurut dia ada 1,8 juta WNI yang bekerja di sana. Indonesia dan Malaysia kini mengalami kemajuan yang baik dalam mengelola permasalahan ketenagakerjaan yang juga kerap menimbulkan masalah. SBY pun berharap isu sensitif seperti kasus tari Pendet ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Malaysia agar hubungan baik kedua negara tetap terpelihara.

"Saya sungguh berharap terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kebudayaan hak cipta dan karya bangsa ini kiranya pemerintah Malaysia memberikan atensi dengan berangkat dari niat baik yang sama-sama kita sepakati untuk menjaga jangan sampai hubungan kedua negara terganggu karena masalah-masalah itu," kata SBY.

(Iman Rosidi/Trijaya/fit)

  • bram73 » 0 Tanggapan
    Malaysia mencoba menjajah NKRI dengan cara mencaplok kebudayaan NKRI. Udah putus urat malu malaysia ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • junaedi.A » 0 Tanggapan
    memang betul,malingsial eh malesia ga punya adat&budaya tapi ngaku2 most truli asia,padahal yg betul adalah (most tuli di asia)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • artan » 0 Tanggapan
    MAAF PAK SBY.ANDA SEBAGAI PEMIMPIN BANGSA TERLALU LEMAH GEMULAI.SELAMA ANDA TIDAK BERSIKAP TEGAS DG MALINGSIA.MALINGSIA AKAN SELALU MELECEHKAN KITA.AKU YAKIN HAL SEPERTI INI PASTI AKAN TERULANG LAGI DI KEMUDIAN HARI.LALU APAKAH ANDA MASIH AKAN TERUS LEMAH GEMULAI DG MALINGSIA?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Endang Suryadi » 0 Tanggapan
    Sekarang saatnya menyebut bangsa Malaysia dengan sebutan Malays tanpa huruf "ia"
    Beri Tanggapan Laporkan
  • deddy » 0 Tanggapan
    Pak Sby terlalu lunak udah ganyang aja malingsia tu!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.