TUBAN - Sehari setelah meninggalnya Ine Natasya (20), akibat terserang flu babi, Dinas Kesehatan Tuban, Jawa Timur langsung menyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu babi di wilayahnya.
Menurut Kepala Dinkes Tuban, dr Tri Hadisanyoto kematian Ine merupakan kasus yang pertama kali di Tuban. Meski hingga saat ini, pihaknya tidak bersedia memberikan kepastian tentang penyebab meninggalnya korban. "Sebab, itu diluar wewenang saya. Meski demikian, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di Surabaya ataupun Jakarta," terangnya,
Dia juga menjelaskan, sebelum jenazah dipulangkan ke kampung halamannya di Kelurahan Baturetno, Kecamtan Semanding, Tuban pada Selasa 25 Agustus lalu, korban sempat dirujuk ke RSU Dr Soetomo, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Dr Koesma Tuban.
Saat ini, menurut dia, status KLB diberlakukan di kawasan Tuban. Ia sudah mengambil beberapa langkah di antaranya menyebarkan 5.000 tablet tamiflu dan 230 unit alat pelindung diri (APD) kepada 33 puskemas yang ada di 20 kecamatan di wilayah Tuban. "Dan untuk tiga rumah sakit dikirimkan 130 tablet, dan 10 unit APD," terangnya.
Dinkes juga meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan di lingkungannya. Masyarakat juga diminta ikut berperan aktif dalam mengawasi penyerabarn virus A-H1NI tersebut. Jika ada gejala yang mirip flu babi, bisa langsung melapor ke puskesmas terdekat.
Seperti diketahui, Ine, warga Jalan Goa Rejo Gg III No 80, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Semanding, Tuban, dinyatakan positif flu babi dan meninggal dunia saat dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya. Korban sendiri tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair Surabaya semester IV.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.