JAKARTA - Organiasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dinilai dapat meraih kejayaan kembali di kancah politik nasional, jika menerapkan format trisula.
Hal tersebut mengemuka dalam forum diskusi Komunitas Muda Liga Mas bertajuk "NU Menghadapi Liberalisasi Politik" di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2009) malam.
PBNU akan menerapkan format trisula untuk memperkuat struktur organisasi dalam menghadapi peta persaingan politik.
Diskusi tersebut juga merupakan masukan untuk muktamar PBNU ke-32 yang akan digelar pada Januari 2010 mendatang.
Menurut wakil ketua PBNU, Andi Jamaro, NU bisa mendapatkan kembali posisi yang lebih baik dalam dunia politik, kendati dalam dua perhelatan pemilu presiden, 2004 dan 2009, suara NU mengalami perpecahan. Sehingga pasangan yang mereka usung tidak menang dalam pemilu presiden.
"Dulu NU bisa kuat karena menerapkan trisula NU," ungkap Andi.
Dia menegaskan komposisi trisula tersebut merupakan perpaduan antara ulama, raja, dan pengusaha.
Ketiga kekuatan tersebut dinilai bisa diterapkan kembali untuk untuk mengembalikan kejayaan NU. "Format tersebut tidak harus masuk dalam struktur, cukup mengawal saja," pungkasnya.
(ton)