tragedi sukhoi

NEWS » News

Setneg Tak Tahu Pegawainya Simpan Supersemar Asli

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Sabtu, 29 Agustus 2009 18:23 wib

JAKARTA - Sekretariat Negara masih menelusuri kebenaran informasi yang menyebutkan teks asli Supersemar dimiliki oleh mantan pegawainya yang telah meninggal dunia. Pegawai tersebut bernama Darwoto.

Menteri Sekretaris Negara, Hatta Radjasa mengatakan pihaknya meminta Lembaga Arsip Nasional untuk memverifikasi informasi tersebut.

"Karena saya tidak ahli untuk menilai apakah otentik atau tidak," katanya kepada wartawan di kediaman pribadi Agung Laksono, Jalan Cipinang Cempedak II, No. 23, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Arsip Nasional Republik Indonesia untuk menelusuri dokumen Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang asli.

Sejauh ini memang ANRI telah melakukan beberapa penelusuran, bahkan sempat memperoleh kabar ada orang yang dianggap memiliki informasi ini. Dia adalah salah satu staf Sekretariat Negara di masa lalau yang bernama Darwoto.
(ahm)

  • sudana,ngh » 0 Tanggapan
    saya pribadi minta dengan sangat kepada pak darwoto atau para ahli warisnya, bila benar ada ditangan bapa/keluarga bapak, ini masala sejarah bangsa, tolong diserahkan. Tidak ada negara yang sejarahnya putus mata rantainya. Bila itu terjadi di indonesia, merupkan hal yang sangat buruk.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dasman Djamaluddin » 0 Tanggapan
    NASKAH ASLI SUPERSEMAR DITEMUKAN ? Oleh Dasman Djamaluddin ?Presiden Punya Informasi tentang Naskah Asli Supersemar,? itulah salah satu lead berita yang saya baca. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono katanya memiliki informasi tentang keberadaan naskah asli Surat perintah 11 Maret yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Bahkan Presiden sudah meminta Arsip Nasional menindaklanjuti benar atau tidaknya informasi tersebut. Sejauh ini generasi muda bangsa masih mendambakan ditemukannya surat asli tersebut.Sejak 11 Maret 1966, naskah asli Supersemar hilang. Di tengah-tengah masyarakat sudah beredar berbagai versi Supersemar. Sudah tentu yang beredar itu naskah palsu, karena yang asli belum ditemukan. Membingungkan, karena naskah aslinya tidak juga ditemukan. Untunglah pencarian naskah asli Supersemar tetap dilaksanakan. Buktinya Presiden RI sekarang punya informasi tentang itu. Diakui bahwa sudah muncul rasa ?bosan?, jika seseorang mendengar naskah asli Supersemar. Apa betul naskahnya bisa diperoleh ? Sebagai contoh, kebosanan itu telah merasuki pola berpikir para intelektual kita dalam Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif ?Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar,? pada Selasa, 25 Maret 2008 di Fakultas Hukum Universitas YARSI, Jakarta. Selain saya sebagai pembicara (Penulis Buku:?Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar?/Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar/LPSS), hadir pula Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Penulis buku:?Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit?) dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966). Terlihat sangat jelas ada ?kebosanan? berbicara tentang naskah asli Supersemar. Bahkan Anhar Gonggong dan Atmadji Sumarkidjo mengatakan, naskah asli adalah bagian masa lalu, oleh karena itu naskah asli Supersemar tidak perlu dicari). Tetapi saya di dalam makalah :?Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang,? tetap bertahan bahwa naskah asli Supersemar harus ditemukan, demi generasi pewaris bangsa ini ( makalah lengkap ada di http://dasmandj.blogspot.com).
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Arief Helmy Nurfazri, SH » 0 Tanggapan
    Dokumen negara sepenting itu, harus segera berada di tangan negara, harus jelas maksud dan tujuan Bpk Darwoto menyimpan arsip negara itu. Mudah2an ahli waris pak Darwoto masih menyimpannya dengan baik, mengingat usia dokumen tersebut. Hal ini juga akan memperjelas sejarah bangsa atas keraguan beberapa pihak mengenai legalitas Jend.Suharto mengambil kekuasaan negara dari Bung Karno sebelum beliau diangkat oleh MPR.RI menjadi Presiden RI. Mengingat semua saksi kunci Supersemar telah wafat.Mudah2an Jend.Suharto menjalankan amanat sebagaimana Supersemar agar tidak terjadi amarah rakyat karena merasa dibohongi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alianze » 0 Tanggapan
    semua menunggu dengan manis. kaya apa masa lalu dari bangsa kita. bagaimana perjalanan sejarahnya, apa bisa kita menemukannya atau tetap terkubur untuk selamanya dan kita akan menjadi bangsa tanpa jiwa atau jiwa tanpa bangsa, karena ta punya sejarah yang bisa kita ingat dan kita cintai?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bernardia Vitri » 0 Tanggapan
    SUPERSEMAR asli? apakah iya?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.