JAKARTA - Sekretariat Negara masih menelusuri kebenaran informasi yang menyebutkan teks asli Supersemar dimiliki oleh mantan pegawainya yang telah meninggal dunia. Pegawai tersebut bernama Darwoto.
Menteri Sekretaris Negara, Hatta Radjasa mengatakan pihaknya meminta Lembaga Arsip Nasional untuk memverifikasi informasi tersebut.
"Karena saya tidak ahli untuk menilai apakah otentik atau tidak," katanya kepada wartawan di kediaman pribadi Agung Laksono, Jalan Cipinang Cempedak II, No. 23, Jakarta Timur.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada Arsip Nasional Republik Indonesia untuk menelusuri dokumen Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang asli.
Sejauh ini memang ANRI telah melakukan beberapa penelusuran, bahkan sempat memperoleh kabar ada orang yang dianggap memiliki informasi ini. Dia adalah salah satu staf Sekretariat Negara di masa lalau yang bernama Darwoto.
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.