Image

2 Koban Kapal Karam di Bali Sulit Ditemukan

DENPASAR - Dua orang korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Putra Romo yang tenggelam di Selat Badung, Klungkung, Bali, hingga kini belum diketahui nasibnya.

Kedua korban adalah Wayan Satu dan Wayan Payur, warga Nusa Penida. Keduanya dikabarkan tidak pulang ke rumah setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam di Selat Badung, Rabu 26 Agustus lalu.

Kepala Basarnas Bali Ketut Parwa mengatakan, meski sudah memasuki hari keenam, kedua korban tak kunjung ditemukan. Padahal petugas gabungan dari SAR, Polair, TNI sejak pagi hari telah melakukan penyisiran mulai dari Denpasar, Padangbai, hingga Nusa Penida. "Harapannya semakin tipis," katanya ketika dihubungi, Senin (31/8/2009).

Parwa menduga, kedua korban sempat muncul ke permukaan pada malam hari, tapi langsung terseret arus ke arah selatan atau menuju lautan lepas. Dengan kondisi seperti itu, petugas akan makin kesulitan untuk melakukan pencarian. "Namun demikian, akan tetap kita lakukan hingga hari terakhir," imbuh Parwa.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan Kesatuan Petugas Laut dan Pantai (KPLP) di Pelabuhan Tri Bhuwana, Kusamba, Klungkung, diketahui sebagian besar nahkoda kapal di pelabuhan ini belum mengantongi Surat Kecakapan Khusus (SKK) yang wajib dimiliki untuk berlayar.

KMP Putra Romo tenggelam saat baru saja bertolak dari Pelabuhan Tri Bhuwana, Klungkung dengan mengangkut 27 penumpang dan awak kapal. Dalam musibah itu, sembilan penumpang ditemukan tewas.

(teb)
Live Streaming
Logo
breaking news x