DEPOK - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok mengambil sample air sungai Ciliwung pasca tercemarnya sungai tersebut akibat limbah dan telah menyebabkan ribuan ekor ikan mati.
Selain mengambil sample air sungai, BLH juga mengambil sample air sumur milik warga untuk menguji kandungan limbah agar tak sampai mencemari sumur warga.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Rahmat Subagyo mengatakan, sample air sungai dan air sumur tersebut akan diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Depok untuk memastikan pencemaran limbah di sungai Ciliwung.
"Memang kalau kita lihat agak aneh, airnya hitam pekat bukan karena gerusan air tanah penyebab musim kemarau, kita menduga sungai ini tercemar limbah," ujarnya kepada wartawan saat meninjau Sungai Ciliwung di Jalan Kapuk, Beji Depok, Senin (31/8/2009).
Rahmat menambahkan, dugaan sementara terdapat dua kemungkinan pencemaran sungai tersebut, yaitu limbah domestik atau rumah tangga, serta limbah industri atau pabrik.
"Karena bisa limbah rumah tangga, tapi warnanya harusnya tidak sehitam ini, kalaupun limbah pabrik, bisa jadi ada di hulu anak Sungai Ciliwung, bisa saja ada di Pasar Agung, Sukmajaya Depok, karena di sana ada lima pabrik," jelasnya.
Dampak yang terjadi di masyarakat, kata Rahmat, adalah matinya ribuan ikan milik petani ikan, dan menyebabkan warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung menjadi gatal-gatal.
"Tapi memang kalau ikan mungkin karena bakteri, ataupun amoniak yang berlebihan, makanya kita akan telusuri darimana asal limbah tersebut. Karena di hulu anak sungai Ciliwung masih bersih," katanya.
Sungai Ciliwung yang tercemar tersebut melewati rumah 20 kepala keluarga di Jalan Kapuk Kelurahan Beji Depok yang sudah berlangsung selama 2 pekan. Keluhan warga berawal dari matinya ribuan ikan cue milik petani di kawasan yang sama serta membuat warga gatal-gatal.
(hri)