NEWS » News

Lalu Lintas Jakarta Terancam Macet Total

Fahmi Firdaus - Okezone
Kamis, 3 September 2009 13:01 wib

JAKARTA - Lalu lintas di Ibu Kota Jakarta yang kerap macet menjadi hal biasa. Jika dibiarkan, dikhawatirkan pada 2014 mendatang kemacetan ini akan lebih parah dan bahkan menjadi stagnasi atau lalu lintas sama sekali tak bergerak.

Proyeksi itu merupakan hasil penelitian sebuah lembaga asing yang menunjukkan jika tidak ada pembenahan sistem prasarana jalan dan transportasi umum pada 2014, maka akan terjadi stagnasi.

"Begitu mobil keluar gang, langsung macet total," kata peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat FEUI, Nuzul Achjar dalam acara Diskusi Rasio Panjang Jalan yang Memprihatinkan dii Menara Cakrawala, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2009).

Dia menambahkan, perkiraan stagnasi ini berdasarkan pada pertumbuhan jalan yang relatif ketat. "Sekitar 0,01 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan kendaraan di Jakarta rata-rata 11 persen per tahun," paparnya.

Selain itu, perluasan jalan di Jakarta dinilai akan membuat Jakarta semakin macet. Solusi yang paling tepat menurut dia adalah membuat sarana Mass Rapid Transit (MRT).

Salah satu tindakan yang dianggap sebagai solusi ternyata tak banyak membantu. "Perluasan jalan tidak sebanding lurus dengan tujuan mengurangi kemacetan. Seperti Jalan Casablanca yang awalnya untuk mengurangi kemacetan Jalan Sudirman-Thamrin, namun tidak berpengaruh, malah menjadi macet," tuturnya memberi tamsil.

Untuk itu, pemerintah diminta tidak lagi hanya menambah luas jalan yang hanya akan mendorong tingkat penjualan mobil dan menguntungkan agen tunggal pemegang merek (ATPM).

"ATPM ini selalu melobi pemerintah. Ketika menteri keuangan mendesak pemberian pajak progresif, mereka bereaksi dan mengadu pada menteri perindustrian dengan alasan kebijakan itu akan mematikan sektor industri," imbuh Nuzul.

Solusi yang paling tepat, lanjut dia, terapkan pajak progresif dan uangnya digunakan untuk MRT. "Saya yakin penjualan mobil akan merosot. Pajak itu juga digunakan untuk membangun infrastruktur. Demikian juga dengan parkir yang harus dikelola oleh pemerintah," cetusnya.
(lsi)

  • DIAN PUTIH » 0 Tanggapan
    SALAH SATU UNTUK MENGATASI KEMACETAN JAKARTA ADALAH MEMINDAHKAN INDUSTRI BESAR YANG ADA DI JAKARTA KE SEMUA CALON IBUKOTA YANG DI RENCANAKAN OLEH BAPENAS TAHUN 2010.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lolita » 0 Tanggapan
    ahh lagi lagi pemprov yang disalahin. ya memang benar jalanan harus terus dibangun ,entah itu jalan underpass atau flyover.paling paling alasan pemerintah tidak punya dana. alasan paling simpel, padahal dana sekian trilliun banyak yang terus dikorupsi, pemerintah kita malas mikir kayak kodok... kalau korupsi paling pinter. jakarta ini benar benar kota terkutukkk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • NOLDY.T » 0 Tanggapan
    solusi dari pada kemacetan adalah membatasi mobil yg tahun keluarannya sudah terlalu lama sebaiknya tidak beroperasi lagi di jalanan seperti di Bali sudah diterapkan sistem seperti itu jadi mobil yg masuk ke wilayah Bali hanya boleh mobil keluaran tahun 2000 keatas.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fanstransportasi » 0 Tanggapan
    Saya setuju dgn monorail, krl dan subway, dia berada di atas jalan yang ada, jadi tidak mengurangi jalan yg sekarang. Tentang ATPM, jangan juga di tekan, karena dia memberi makan ribuan orang bahkan efeknya bisa jutaan orang. Jadi buat jalan atau mrt di atas jalan bukan jalan yg ada dipersempit. terima kasih
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.