tragedi sukhoi

NEWS » News

3 Santri Kediri Positif Flu Babi

Kamis, 3 September 2009 20:07 wib

KEDIRI - Tiga orang santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalm Jalan Melati 157 Lingkungan Centong Timur, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, positif tertular virus A H1N1 atau flu babi.

Santriwati dengan inisial D,  berusia 13 tahun, warga Kota Kediri, M dan N yang masing-masing juga berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku SMP itu, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran Kediri dan sebuah tempat di Kabupaten Kediri.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Sentot Jamaludi, penetapan status positif flu babi ini berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya pada cairan tenggorokan (Swap) 26 Juli 2009 lalu.

Saat itu ada 72 orang santri-santriwati yang diketahui suspect flu babi dan dirawat jalan di puskesmas Ngletih Kota Kediri. Dari jumlah itu, 5 santriwati diambil sampel Swapnya.

"Begitu mendapatkan kejelasan hasil lab, kami langsung merujuk pasien ke RSUD Gambiran. Namun dua pasien menolak dirawat di Gambiran dan meminta keberadaaanya dirahasiakan," ujar Sentot kepada wartawan, Kamis (3/9/2009).

Menurut Sentot, secara umum kondisi kesehatan ketiga pasien sudah membaik. Gejala batuk, pilek dan panas berangsur-angsur mereda setelah ketiganya mengkonsumsi obat tamiflu. Suhu tubuh yang semula mencapai 38 derajat celcius telah menurun menjadi 37,6 derajat celcius.

"Mereka ini diwajibkan mengkonsumsi tamiflu selama 10 hari," terang Sentot.

Mengenai penyebab penularan, menurut Sentot diduga karena interaksi dengan santri dari daerah lain melalui forum pertemuan atau pengajian yang melibatkan banyak orang. "Dan saat itu kemungkinan kondisi staminanya menurun," terangnya.

Kendati secara positif dinyatakan terjangkit flu babi, pengasuh Ponpes Modern Darussalam Bawang H Muzaini Romli tetap tidak mau mengakuinya. "Saya pikir tidak benar kalau santri kami tertular flu babi. Lihat saja semua dapat belajar dengan baik, tidak ada yang sakit," ujarnya.

Muzaini yang juga mantan anggota DPRD Kota Kediri ini menambahkan,  sebelum dinyatakan tertular virus flu babi, para santri ini hanya mengalami demam atau flu biasa. "Ini flu biasa dan di pesantren sebagai hal biasa. Karenanya kami menghimbau kepada semua anak-anak untuk menjaga kebersihan," pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/hri)