GARUT - Pengasuh Pondok Pesantren Najaahan, Garut, KH Yusuf, mengaku tidak tahu nasi tumpeng mana yang menyebabkan puluhan santrinya keracunan. Sebab, dari 19 tumpeng nasi kuning yang lengkap dengan lauk-pauknya tersebut langsung dimakan para santri saat berbuka bersama.
Selama ini, setiap tahun pondok pesantrennya selalu mendapat kiriman tumpeng dari warga sekitar untuk perayaan Nuzulul Qur'an tapi tidak pernah terjadi hal seperti ini.
Menurut salah seorang santri Misdan (23) mengungkapkan, setelah memakan nasi kuning tersebut memang tidak berasa apa-apa, hanya pada saat sahur dirinya mulai merasakan mual, muntah, sampai kerap buang air besar.
Bahkan, kata dia, pada siang hari dirinya sempat tidak sadarkan diri. Setelah sadar, dirinya sempat meminum obat dari warung, namun gejala tersebut tidak hilang dan langsung dilarikan ke puskesmas bersama puluhan santri lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Hendy Budiman yang ditemui di Puskesmas Bayongbong mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan racun apa yang menyerang para santri. Masa inkubasi racun ini memang cukup lama, kemungkinan racun menyerang para santri berasal dari jamur yang ada di makanan yang disantap para santri.
Selain itu, pihaknya mengambil sampel muntah dari santri yang mengalami keracunan untuk diteliti lebih jauh. Sampel makanan sendiri tidak bisa dijadikan bahan penelitian untuk mengetahui jenis racun yang menyerang para santri karena sudah habis dimakan.
"Untuk memastikan penyebabnya, kami baru bisa memberi keterangan paling lambat satu minggu, setelah uji lab dilakukan," pungkasnya.
(Dede Ibin Muhibbin/Koran SI/teb)