A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: thumb

Filename: controllers/read.php

Line Number: 201

Okezone News - Pedagang Perempuan Asli Papua Demo Gubernur
tragedi sukhoi
getting time...

NEWS » News

Pedagang Perempuan Asli Papua Demo Gubernur

Nur Rahmatika Adriyati - Okezone
Senin, 14 September 2009 12:44 wib
Ilustrasi: Dok okezone
Ilustrasi: Dok okezone

PAPUA - Sebanyak 200 pedagang asli Papua yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua atau Solpap berunjuk rasa menuntut pembangunan pasar tradisional bagi mereka di tengah Kota Jayapura.

Dalam Aksi yang digelar di Gedung Negara Dok V Jayapura Rumah Dinas Gubernur Provinsi Papua Jayapura mereka membawa puluhan pamflet dan spanduk yang isinya antara lain menagih janji pemda setempat untuk pembangunan pasar bagi mereka.

Koordinator Solpap Rudolf Kambayong mengatakan aksi demo ini dilakukan karena selama ini tuntutan mereka tidak pernah digubris pemda setempat.

"Sejak 2003 lalu kami selalu diping-pong oleh wali kota dan gubernur yang sebenarnya mereka adalah anak-anak asli Papua. Persoalan ini adalah persoalan mereka juga," jelas Rudolf dalam orasinya, Senin (14/9/2009).

Sejak 2003 lalu, mama-mama, (panggilan bagi bagi ibu-ibu) pedagang asli Papua berjuang untuk mendapatkan tempat berjualan yang layak, namun hingga tahun ini pembangunan pasar itu tidak terealisasikan.

Di pertengahan tahun 2008 DPR Papua telah membentuk Pansus untuk pembangunan pasar ini dapat terealisasi. Dalam rapatnya, pansus DPR Papua memutuskan untuk membangun pasar pada bulan Januari 2009 tapi hingga saat ini tidak ada realisasi padahal rancang bangun dan lain-lain sudah siap.

Lokasi untuk membangun pasar tradisional ini ada dua alternatif, yaitu bekas gudang Irian Bakti dan depan Kantor Pos Jayapura. Kedua lokasi merupakan tengah-tengah kota Jayapura.

Ironis, pedagang asli Papua masih menggelar dagangannya di depan Supermarket Gelael di Jalan Irian dan di samping Bank Mandiri di Jalan Matahari, sedangkan di pasar sentral yang berada di Kota Jayapura lebih didominasi pedagang pendatang. 

Hingga saat ini unjuk rasa masih berlangsung dan mereka mengancam jika tidak ada jawaban, mereka akan menduduki rumah dinas Gubernur Barnabas Suebu.

(fit)