JAKARTA - Gembong teroris yang paling dicari, Noordin M Top dipastikan tewas dalam penggerebekan di Kampung Kepuh Sari RT3/RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Namun demikian, ancaman terorisme di Indonesia belum berakhir, karena otak dan penyadang dananya masih misterius.
"Kita harus mencari otak pelakunya. Ini kan pelakunya (Noordin), tetapi otak pelakunya, penyandang dana dan motifnya harus kita cari," kata
Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsudin kepada wartawan usai usai melihat langsung jenazah Noordin di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2009).
Menurut dia, apakah motif dari kelompok teroris ini untuk meresahkan atau menggangu kedaulatan NKRI. "Inilah yang harus diwaspadi, karena di daerah Lumajang Jawa Tengah banyak TKI yang mondar-mandir, frekuensinya tinggi ke Malaysia," paparnya.
Kepolisian Republik Indonesia memastikan gembong terorisme Noordin M Top tewas dalam penggerebekan. "100 persen sidik jari Noordin M Top sesuai (korban tewas di Solo)," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri.
Selain itu, kesamaan tersebut terlihat dari 14 titik kesamaan fisik yang dimiliki gembong teroris paling wahid di Indonesia. "Hasil tersebut juga sesuai dengan auntem morten dan sidik jari yang dikirim Polisi Diraja Malaysia," tuturnya.
(ram)