getting time...

Gempa Sukabumi Bikin Sungai Semburkan Air Panas

Selasa, 29 September 2009 22:02 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKABUMI - Gempa bumi berkekuatan 5,5 skala richter (SR) yang melanda Sukabumi, pada Senin, 28 September lalu, menimbulkan fenomena alam berupa semburan air panas setinggi dua meter yang keluar dari beberapa lubang tanah di sepanjang Sungai Cibuni di Kampung Cibungur, Kecamatan Cidadap, Sukabumi, Jawa Barat.

Peristiwa ini telah menjadi daya tarik bagi warga sekitar. Hampir setiap harinya, sungai yang terletak di perbatasan wilayah Sukabumi-Cianjur itu dikunjungi puluhan warga. Mereka berbondong-bondong datang hanya untuk menyaksikan serta mengambil semburan air panas yang dipercayai berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit.

Puji Rahayu, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cidadap, mengungkapkan lubang yang menyeburkan air panas ini sebenarnya telah terbentuk sejak peristiwa gempa bumi Tasikmalaya akhir Agustus silam. Namun kedalaman serta ukuran diameter lubang tersebut semakin bertambah setelah kembali didera gempa bumi.

"Sebelumnya Sungai Cibuni bukan sebagai lokasi untuk dikunjungi, tapi setelah adanya semburan air panas itu, hampir seiap hari ada saja warga yang datang untuk menyaksikan, mandi atau membawa pulang air panas. Warga di sini percaya, air yang keluar dari lubang tersebut memiliki khasiat untuk obat," tutur Puji.

Dikatakannya, semburan air panas itu tersebar di beberapa titik di sepanjang Sungai Cibuni. Sebagian besar terletak di pinggiran sungai. Namun dari sekian banyak sumber semburan tersebut, terdapat satu lubang yang mampu mengeluarkan air panas dalam volume yang banyak. Ketinggian semburan yang dikeluarkannya mencapai dua meter. Sejauh ini, warga belum mengetahui asal muasal air panas serta komponen yang terkandungnya.

Engkon (56), salah seorang warga setempat, mengaku sejak adanya semburan air panas tersebut, dia beserta anggota keluarganya kerap berkunjung ke Sungai Cibuni. Tindakan itu dilakukannya hanya untuk pengobatan semata.

"Bagi saya semburan air panas itu menjadi terapi untuk pengobatan alternatif. Suhu panasnya tidak begitu tinggi dan sepertinya bagus untuk penyakit kulit," tutur Engkon.
(Toni Kamajaya/Koran SI/ful)

  • koko » 0 Tanggapan
    tingkat kan kerja anda kawa-kawa biar pln terus maju ......... salam dari apj pasuruan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • cindy » 0 Tanggapan
    gempa dimana mana bikin kita semua was2. kita doa aja semoga kota kita dan propinsi kita aman. angin jg gede banget sekarang di sukabumi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ALWI » 0 Tanggapan
    WOW JD NGETOP NIC SUKABUMI AKAN GEMPA.. JADI BAGI WARGA SUKABUMI INGAT... HARUS TERUS WASPADA DAN JANGAN MENJAUH DARI MENJALANKAN SYARIAT ISLAM YANG SEHARI-HARI YAITU " SHOLAT YANG 5 WAKTU DAN HAL-2 MENJAUHI SEGALA BENTUK LARANGAN ( MAKSIAT) AGAR KT TERHINDAR DARI MLAPETAKA.. OK KAN..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.