JAKARTA - Jumlah korban meninggal akibat gempa Sumatera Barat tidak akan sebanyak korban gempa di Yogyakarta pada 2006 lalu. Korban tewas gempa Yogyakarta melampaui 6.000 jiwa.
Sementara untuk jumlah korban Sumbar saat ini masih simpang siur. Berdasarkan data Satkorlak penanggulangan bencana, jumlah korban tewas hingga Jumat (2/10/2009) siang mencapai 440 orang. Sementara data Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) merujuk sekira 390 orang.
"Gempa di Padang memang lebih besar dari Yogakarta, tapi korban lebih banyak di Yogyakarta," tutur Jusuf Kalla usai salat gaib di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pemerintah memprediksi jumlah korban tidak terlalu banyak karena terjadi pada sore hari. Saat itu orang-orang banyak di luar rumah. Tetapi di Yogyakarta pagi hari. Dari segi bangunan, menurutnya, juga berbeda. Jika di Jawa bangunan beratap berat, kalau di Padang rata-rata sama dengan Sulawesi, yaitu beratap seng.
Ia menuturkan apa yang diajarkan kepada warga Padang sudah berjalan. "Soal kesiapan, setiap warga sudah diajarkan untuk mengantisipasi gempa seperti yang dilakukan Jepang. Masyarakat Padang sudah sangat siap," ungkapnya.
Latihan menghadapi musibah gempa di Padang paling lengkap. Namun menurutnya jatuhnya korban sangat mungkin terjadi karena bencana kita tak bisa diprediksi.
(ton)