SIDOARJO - Banyak cara untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar). Di Sidoarjo Jawa Timur, bersamaan dengan hari dikukuhkannya batik sebagai budaya Indonesia, sejumlah perajin batik melelang kain batik mereka, untuk korban gempa Sumbar.
Di antara batik yang dilelang di Kampoeng Batik, Jalan Jetis, Kecamatan Sidoarjo Jumat (2/10/2009) itu, ternyata banyak yang umurnya sudah puluhan tahun. Antara 30 sampai 40 tahun. Belasan juta rupiah diperoleh dari lelang empat lembar kain batik, yang  rata-rata terjual dengan harga Rp5 juta.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Dekranasda) Emy Susanti termasuk perajin yang melelang kain batik koleksinya. Didampingi Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, dia menawarkan kepada pejabat dan masyarakat yang hadir.
Tak lebih dari lima belas menit, batik yang salah satunya milik perajin batik Adnan Yunus yang dibuat tahun 1956 itu, terjual dengan harga Rp5 juta. Â Bambang Julianto, Kadis PU Bina Marga Sidoarjo, sebagai pemenang dengan penawaran tertinggi.
Sementara batik sepuh lainnya antara lain dibeli Bank Jatim dan PT Angkasa Pura. "Sebagian hasil lelang akan disumbangkan untuk korban bencana gempa bumi di Sumbar," ujar Emy Susanti.
Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Batik Tulis Sidoarjo Nurul Huda, membacakan sejarah singkat awal mula adanya para perajin batik jetis. Beberapa ibu-ibu juga membatik di lokasi itu.
Dalam kesempatan itu, empat perajin batik sepuh menerima penghargaan Bupati Win atas dedikasinya menggeluti kerajinan batik tulis Sidoarjo. Satu diantaranya perajin Hj Musyafah (78).
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.