tragedi sukhoi

SBY Tak Hadir di Pelantikan Anggota DPR Disoal

Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Jum'at, 2 Oktober 2009 06:07 wib

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu menjelaskan penyebab ketidakhadirannya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPR kali ini "Ini sangat tidak lazim dan baru pertama kali terjadi.

Informasi yang kami dapatkan, Presiden terlambat pulang ke Indonesia karena harus berpidato di Harvard University di AS," kata Akbar Faizal dari Fraksi Hanura DPR melalui pesann singkat, Kamis (1/10/200) malam.

Menurut dia, pidato SBY di Harvard memang penting demi perbaikan citra Indonesia di dunia internasional, tapi pelantilan DPR jauh lebih penting karen DPR adalah tandem presiden dalam menjalankan pemeritahan negeri ini.

 "Kami khawatir ini pelecehan terhadap DPR atau bentuk kepongahan karena partainya berikut pengusungnya yang sangat dominan di DPR," terang Akbar.

Menurut dia, Presiden SBY harus memprioritaskan pelantikan DPR ketimbang pidato di AS. "Saya rasa Presiden juga tidak menginginkan jika anggota-anggota DPR dari partai bukan pengusungnya tidak hadir dalam pelantikan Presiden tanggal 20 Oktober yang akan datang. Ini bukan awal yang baik kerja sama antara DPR dan Presiden," kilahnya.
(ram)

  • daryus » 0 Tanggapan
    disengaja ataupun tidak ketidakhadiran presiden pada pelantikan anggota DPR adalah suatu hal yg tdk bisa diterima oleh akal sehat, hanya kroni2x atau begundal2x yg dicocok hidung saja yg membenarkan tindakan presiden itu, sy mempelajari sejarah kemerdekaan bangsa ini seumur-umur baru kali ini yg katanya presiden pilihan rakyat tidak hadir pada pelantikan anggota legislatif yg merupakan lebaga tinggi negara, atau SBY ingin melakukan Test Case pada anggota DPR yg sekaligus MPR krn mayoritas adalah partai pendukung dia??? wallohualam bissawab
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ahmadripai » 0 Tanggapan
    lebih penting bicara di depan mahasiswa univ hardvard, mereka pinter pinter, lebih menghargai kecerdasan, daripada ngomong di depan dpr yang bodoh longa longo koyo keboo,,, rugi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • venus » 0 Tanggapan
    ada ada aja,dasar anggota dewan yang ingin cari muka dan sensasi,biar kepailih jadi ketua,kan punya suara lantang ....dasar anak tk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yus Reds » 0 Tanggapan
    Masih terpola oleh ORBA, setiap pejabat masih egois "haus sambutan", "haus pelantikan", "haus sanjungan", "haus penghormatan", dsb. Yang penting itu perubahan status tugas dan kewenangan (sudah terdata, dan terdaftar) sedangkan upacara pelantikannya kan hanya cuma simbol doank (malah cenderung ngabisin duit rakyat dgn tdk jelas). Cobalah kalian pejabat negara mulai berpikir secara obyektif profesional...BAGAIMANA BEKERJA YG EFEKTIF DAN EFISIEN...INGATLAH SELALU SETIAP TINDAKAN PENGHAMBURAN YG KALIAN BOROSKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWABKAN KEPADA RAKYAT.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Lucky » 0 Tanggapan
    Nah baru aja mau dilantik omongannya sudah miring, Gimana kalo anda mencoba ber-empati sebagai SBY ketika mau pulang tiba2 diminta langsung oleh presiden negara tersebut untuk pidato kembali. Pencitraan Indonesia di luar sangat penting untuk mendatangkan Investasi sedangkan pelantikan DPR juga tidak kalah penting tetapi Presiden juga manusia kalo dia bisa berada di dua tempat mungkin dia juga mau melaksanakannya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.