tragedi sukhoi

Presiden Tak Wajib Hadiri Pelantikan Anggota DPR

Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Jum'at, 2 Oktober 2009 06:32 wib

JAKARTA - Ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pengambilan sumpah anggota DPR dipertanyakan anggota Fraksi Partai Hanura, Akbar Faizal.  

Namun menurut Kordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formapi) Sebastian Salang, tidak ada aturan yang mengharuskan atau mewajibkan presiden hadir dalam pelantikan anggota DPR. "Tak perlu dipermasalahkan, anggota DPR jangan terlalu melankolis. Tak ada aturan yang mengharuskan presiden hadir di DPR," ungkapnya kepada okezone, Jumat (2/10/2009).

Menurut Salang, ketidakhadiran SBY karena masih berada di Amerika Serikat bukan suatu kefatalan. "Yang fatal saat ada bencana, presiden tak cepat pulang," imbuh dia. Kata Salang, Presiden sudah semestinya segera meninjau para korban gempa di Padang sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah.
 
Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Hanura, Akbar Faizal mengatakan tidak hadirnya presiden ini sangat tidak lazim dan baru pertama kali terjadi. "Informasi yang kami dapatkan, Presiden terlambat pulang ke Indonesia karena harus berpidato di Harvard University di AS," katanya.

Menurut dia, pidato SBY di Harvard memang penting demi perbaikan citra Indonesia di dunia internasional, tapi pelantilan DPR jauh
lebih penting karen DPR adalah tandem presiden dalam menjalankan pemeritahan negeri ini.

"Kami khawatir ini pelecehan terhadap DPR atau bentuk kepongahan karena partainya berikut pengusungnya yang sangat dominan di DPR," terang Akbar.

Menurut dia, Presiden SBY harus memprioritaskan pelantikan DPR ketimbang pidato di AS. "Saya rasa Presiden juga tidak menginginkan jika anggota-anggota DPR dari partai bukan pengusungnya tidak hadir dalam pelantikan Presiden tanggal 20 Oktober yang akan datang. Ini bukan awal yang baik kerja sama antara DPR dan Presiden," kilahnya.


(ram)

  • syahru » 0 Tanggapan
    Seharusnya anggota DPR yang baru jangan banyak menuntut, kinerja belum terlihat tuntutan awal sudah bikin gerah. Masalah presiden tidak datang ke pelantikan dijadikan soal, padahal ini demi citra bangsa. cuman mengingatkan citra DPR sudah buruk, walaupun presiden dunia akhiratpun yg menghadiri pelantikan tetap saja harus diperbaiki citra yang sudah rusak. Presiden dan DPR kan bekerjaxa saling berhubungan jadi akan sering berjumpa. apa lagi tidak ada undang2 yang mexatakan secara tegas Presiden harus datang pada acara pelantikan dewan DPR. Ayo para Wakil Rakyat q, bersikaplah dewasa..... jika seperti ini sikap kalian tak lebih dari seorang lurah yang sedang dilantik dan minta camatxa untuk datang. level kalian sudah tinggi jangan merendahkan dg sikap kalian. yang terpenting bagaimana bangsa ini bisa bangkit dari segala keterpurukan. Jika kalian terus mempermasalahkan hal2 sepele, nanti akan ada asumsi kalo kalian mencari2 masalah untuk menutupi kinerja kalian yang buruk.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • temy » 0 Tanggapan
    Yang protes kan dari Partai GAPUHANURA (GAK PUNYA HATI NURANI) biar masuk TV kali
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Odi Suryadi Adiwijaya » 0 Tanggapan
    Tolong katakan pada Akbar F, jangan terlalu memasalahkan hal yang tak urgen, anda dipilih bukan untuk itu tapi untuk membela kepentingan rakyat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • suryadi » 0 Tanggapan
    Suharto tidak hadir ditempat bencana secara kasat mata, namun sumbangan yang diperolehnya besar dan urusan penanganan bencana beres ! Jadi yang selanjutnya bagaimana bandingannya ? publik yang tahu dan merasakan ?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • syehagus » 0 Tanggapan
    Inikah mental anggota DPR baru? Sangat sepele sekali mempermasalahkan ketidakhadiran presiden di pelantikan anggota DPR. Mending curahkan pikiran ke bencana alam di Padang. Pernyataan ini menunjukkan biroktaris dah mengakar di DPR.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.