getting time...

Dampak El-Nino, Pelanggan Air Makassar Terganggu

Andi Aisyah - Okezone
Jum'at, 2 Oktober 2009 18:28 wib

MAKASSAR - Sebanyak 35.000 pelanggan PDAM di wilayah utara dan timur kota Makassar kekurangan air bersih sejak awal Agustus hingga akhir September tahun ini. Pasalnya, tampungan air di Instalasi Penjernihan Air (IPA) II Panaikang berkurang hingga 70 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyakarat PDAM Kota Makassar Jufri Sakka di Makassar, Jumat (2/10/2009).

Menurut Jufri, saat ini volume air yang dikelola IPA 2 Panaikang hanya sekitar 650 liter per detik. Sebanyak 300 liter air per detik dari pasokan air baku di bendungan Lekoopancing Kabupaten Maros.

Kondisi ini jauh berbeda dalam kondisi normal yang bisa memproduksi air bersih hingga 1000 liter per detik. "Hal itu terjadi karena fenomena iklim El-Nino sehingga daerah yang berada pada wilayah perbukitan atau tanah tinggi mengalami kekurangan air bersih PDAM," tutur Jufri.

Dia memperperkirakan, wilayah terparah berada utara dan timur kota Makassar, seperti Sudiang dan sebagian perumahaan BTP. Tak hanya itu, pemenuhan kebutuhan air juga terganggu di daerah Biringkanaya dan Tello, karena daerahnya jauh dari pusat pengelolaan air.

Jufri mengemukakan, sesuai data dari Badan Meteorologi dan Geofisika, kekeringan terjadi hingga akhir Oktober 2009 ini. Karena itu menurutnya, awal November naanti tmpungan debit air baku kembali normal.

"Kalau sudah normal, Kami optimis pemenuhan air bersih PDAM bagi 35.000 pelanggannya dapat terpenuhi persiapan Hari Raya dan Tahun Baru," ujarnya.

Untuk itu, PDAM kota Makassar sejak Agustus telah mengoptimalkan keberadaan pasokan air yang dapat berpindah tempat. Menurut Jufri, pengadaan air melalui mobil tangki merupakan strategi pemerintah Kota Makassar agar hak dasar masyarakat mendapatkan air layak konsumsi tetap berjalan.

Hingga saat ini, jumlah mobil tangki yang beroperasi untuk pemenuhan air sebanyak 12 unit. Setiap unit mendistribusikan 5.000 liter air atau 5 kubik sesuai daerah yang memerlukan tanpa melakukan pembatasan.

"Saya kira, kebutuhan air masyarakat melalui mobil tangki tidak maksimal, karena tidak semua keluarga akan mendapatkan. Namun, disisi lain ini merupakan tanggungjawab pemerintah dalam melakukan pelayanan," katanya.

Tak hanya itu, sebelum memasuki Ramadan lalu, PDAM kota Makassar telah mengoptimalkan dua kantor unit pelayanan di Biringkanaya dan Tamalanrea.

"Dua kantor unit inlah yang menjadi tempat pengaduan masyarakat dan meminta unit pelayanan dalam pengadaan air melalui mobil tangki di tempat-tempat yang paling membutuhkan," kunci Jufri.
(hri)