getting time...

Protes Ketidakhadiran SBY Dinilai Bukan Suara DPR

Rizka Diputra - Okezone
Sabtu, 3 Oktober 2009 13:41 wib

JAKARTA - Protes atas ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pelantikan anggota DPR, MPR, dan DPD 2009-2014 pada Kamis (1/10) lalu dinilai Partai Keadilan Sejahtera tidak mewakili suara parlemen.

Hal ini diungkapkan anggota Fraksi PKS, Irwan Prayitno dalam dikusi di Warung Daun dengan tema "Persiapan penanganan bencana", Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (3/10/2009).

"Ada seorang anggota dewan yang menginterupsi dalam rapat Paripurna yang memprotes SBY tidak hadir dalam pelantikan. Di Paripurna itu, hanya satu orang saja yang interupsi bahkan sebagian besar yang hadir itu mengimbau untuk membantu dan mendoakan korban gempa. Jadi apa yang disampaikan itu tidak terepresentasi," jelasnya.

Sebelumnya, anggota Fraksi Hanura DPR Akbar Faizal mempermasalahkan ketidakhadiran SBY dalam pelantikan tersebut. Dia khawatir, ketidakhadiran tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap DPR atau bentuk kepongahan karena partainya berikut pengusung SBY sangat dominan di DPR. (olv)
(kem)

  • jebeng ariasukma pancanagara » 0 Tanggapan
    Sedih rasanya melihat awal saja telah penuh dengan hal - hal yang anomali konon sebagai negeri Pancasila. Namun secara resmi DPR dan MPR konon tidak memberikan emphati terhadap korban gempa Sumatera Barat di tambah SBY pun absen dalam menyaksikan pengangkatan sumpah. Seharusnya berfikir komprehensif jangan gara- gara hanya seorang yang teriak lantas itu diabaikannya. Demokrasi PANCASILA menurut Bung Karno bukan berarti 50 % plus 1 harus menang! Seorang pun bila itu pijakannya nurani, PANCASILA harus dimenangkannya karena disitu esensi hikmah kebijaksanaanberada bukan musyawarahnya para maling. Wahai anggota DPR dan MPR ku yang terhormat harap dimaklumi bahwa Anda bukanlah wakil - wakil rakyat! Kecuali hanyalah wakil elit partai politik semata.! Ingat UUD 1945 amandemen itu racun dan mengkhianati founding fathers karena UUD 1945 asli telah mengamanatkan adanya PERUBAHAN BAB XVI pasal 37! Tapi MPR 1999 - 2004 merestorasi besar - besaran sehingga unsur bangsa hanya cukup terwakili oleh PARPOL SEMATA YANG JUGA MENYUSUP KE DPD! Pemerintahan bukanlah lagi Respublika kecuali Resparpolitarisa! Sekalipun Presiden dipilih secara langsung bukan berarti mendapatkan legitimasi rakyat. Karena nyatanya ada yang muak dengan parpol alias GOLPUT ada yang terpaksa GOLPUT karena diluar DPT, betapa banyak unsur GOLONGAN yang tak dianggap sebagai bangsa. Jadi janganlah takabur dan sekali - kali bicara mengatasnamakan rakyat ! Coba kalau betul sebagai wakil rakyat bila rakyat meminta Anda untuk bersumpah lagi dengan menyempurnakan formula sumpah seperti : "DEMI LANGIT DAN BHUMI SERTA SANG MAHA PENCIPTA ..........." Beranikah ? Maka bila ingin memperbaiki negara kembalilah dulu ke Pancasila & UUD 1945 yang asli baru dengan referendum untuk menyempurnakan UUD 1945! Selamat bekerja! Jebeng
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irnovia » 0 Tanggapan
    seharusnya anda-anda wakil rakyat tidak perlu dilantik, cukup sk pengangkatan dan anda semua harus pergi ke tempat bencana melihat penderitaan rakyat yang anda wakili itu. syukur Presidenmu sudah pergi ke sana, presiden tdk harus hadir, cukup terima laporan saja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irnovia » 0 Tanggapan
    seharusnya anda-anda wakil rakyat tidak perlu dilantik, cukup sk pengangkatan dan anda semua harus pergi ke tempat bencana melihat penderitaan rakyat yang anda wakili itu. syukur Presidenmu sudah pergi ke sana, presiden tdk harus hadir, cukup terima laporan saja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Erni » 0 Tanggapan
    SBY ke Padang utk memberi support dan karena merasakan penderitaan rakyat dsn, sedangkan pelantikan DPR msh tetap bisa berlangsug, mari rasakan penderitaan mereka ga perlu membesarkan masaah yg ga penting
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Andi » 0 Tanggapan
    Dasar cari muka!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.