getting time...

Pulang Resepsi, Ratusan Warga Keracunan

Selasa, 6 Oktober 2009 02:26 wib

PATI - Ratusan warga Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati dilarikan ke Puskesmas setempat karena mengalami keluhan seperti keracunan makanan.

Diduga, mereka keracunan setelah menyantap hidangan pada sebuah resepsi pernikahan yang digelar salah satu warga. Hingga Senin malam, jumlah pasien di Puskesmas Batangan terus bertambah. Membeludaknya jumlah pasien ini membuat petugas Puskesmas kewalahan. Tidak semua dapat ditampung di kamar perawatan yang tersedia. Bahkan tidak sedikit pasien harus dirawat di ruang tunggu puskesmas dengan alas tikar.

Kejadian ini berawal saat salah seorang warga Pecangaan RT 02/01 Haryanti menggelar resepsi pernikahan anak bungsunya, Minggu (4/10) lalu. Kepada para tamu, tuan rumah menghidangkan berbagai macam makanan seperti es buah, nasi pindang dengan daging kerbau, serta makanan ringan yang berisi roti bolu, kacang, lemper, dan emping. Seluruh makanan itu dibuat sendiri oleh tuan rumah dengan yang tetangga sekitar.

Namun pada esok paginya, banyak warga yang mengeluh kepala pusing dan diare. Mereka lantas dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Selain yang hadir ke resepsi pernikahan, tidak sedikit warga yang tidak hadir juga keracunan. Diduga, mereka mengkonsumsi makanan yang dibawa anggota keluarganya dari resepsi tersebut.

Salah satu pasien Sukarni (35) mengungkapkan, awalnya dia mengira hanya pusing-pusing biasa karena kelelahan beraktivitas. Namun, gejala serupa juga dirasakan anaknya dan para tetangga. "Pukul 05.00 WIB tadi (kemarin) saya merasakan keluhan ini. Melihat anak dan tetangga juga mengalami hal yang sama, Senin pukul 15.00 WIB kami berobat ke Puskesmas. Ternyata, setelah sampai di Puskesmas sudah banyak warga yang dirawat," terangnya.

Warga menduga, gejala ini disebabkan karena makan es buah dan nasi pindang yang dihidangkan.

Ketua RT 02/0I Sono yang juga menjadi korban menambahkan, hampir semua warga yang mendapat undangan resepsi itu mengalami keluhan serupa. "Kami belum tahu berapa jumlah korban secara pasti. Hanya saja, kalau 200 orang saya kira lebih. Namun, mereka tidak hanya dari Pecangaan saja. Sebab, ada juga tamu dari desa lain seperti Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Informasi yang kami terima, warga Desa Tunggulsari yang mengalami keracunan dilarikan ke RSUD DR Sutrasno Rembang," ujar Sono.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati dokter Edy Sulistiyono MM belum dapat memastikan apakah keluhan yang dialami warga ini disebabkan keracunan makanan yang dihidangkan dalam resepsi tersebut. Mengingat, harus ada uji laboratorium untuk mengetahuinya. Saat ini, petugas sudah mengambil sampel sisa es buah, nasi, dan sayur pindang dari rumah Haryanti untuk diteliti di laboratorium kesehatan.

"Sampelnya sudah kami ambil untuk diperiksa. Untuk hasil, kemungkinan dua atau tiga hari lagi. Namun, jika melihat kondisi rata-rata korban besar kemungkinan keluhan ini akibat mengkonsumsi makanan basi atau kadaluarsa," ujarnya.
(Sundoyo Hardi/Koran SI/ton)