NTT Siaga Hadapi El Nino

|

Kekeringan yang disebabkan El Nino. (Foto: www.vfej.vn)

NTT Siaga Hadapi El Nino

KUPANG - Pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi siaga, menyusul peringatan Badan Meteorolgi dan Geofisika (BMG) yang menyebutkan sebagian besar wilayah NTT akan mengalami kekeringan panjang akibat terjadinya El Nino.

"Kami semua siaga. Saya sudah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Pertanian untuk menyediakan benih tanaman umur pendek dan para petani dihimbau agar menyedikan lahan pertanian lebih awal, sehingga segera menanam apabila terjadi hujan," ujar Gubernur NTT Frans Leburaya di Kupang, Selasa (6/10/2009).

Menurut Leburaya, masyarakat tidak perlu terlalu resah dengan isu El Nino dan kekeringan. Karena sebagian wilayah NTT sudah terbiasa dengan kekeringan panjang. Namun langkah antisipasi mesti tetap dilakukan.

"El Nino merupakan gejala alam yang terjadi akibat pemasan global. Karena itu, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif, dan bila terjadi keadaan luar biasa maka pemerintah akan mengambil langkah darurat," lanjut Leburaya.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Purwanto mengatakan, sebagian wilayah NTT baru akan memasuki musim hujan pada awal Januari 2010 mendatang.

"Wilayah yang diperidiksi mengalami kekeringan akibat bergesernya musim hujan ke bulan Januari yakni Timor, Sumba, Sabu, dan sebagian Flores," kata Purwanto.

Sementara wilayah yang akan memasuki musim hujan dengan intensitas rendah akan terjadi pada pertengahan November 2009 meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggari Timur.

"Dalam kondisi cuaca yang demikian, petani diharapkan menyediakan benih tanaman umur pendek seperti jagung, kacang-kacang, serta umbi-umbian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata Purwanto.

Menurut Purwanto gejala El Nino yang kini terjadi di NTT mengancam persediaan air bersih warga, mengingat suhu udara rata-rata mencapai 34 derajat celsius sehingga memicu terjadi penguapan yang berakibat pada kekeringan.

"Kenaikan suhu udara ini tak diikuti dengan peningkatan kecepatan angin, sehingga terasa sangat panas. Padahal, suhu udara normal hanya berkisar antara 20-31 derajat celsius," lanjutnya.

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Truk Tabrak Gerbang Tol, Satu Orang Tewas