JAKARTA - Jajaran Departemen Luar Negeri bertindak cepat dalam menyikapi isu penyerangan 1.500 relawan Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) ke Malaysia.
Disebutkan perwakilan Deplu di Kuala Lumpur telah memberikan penjelasan kepada Pemerintah Malaysia.
"Mereka menaruh kepercayaan bahwa kita (Pemerintah Indonesia) akan mengambil tindakan tegas apabila ada langkah melanggar hukum," ujar juru bicara Deplu Teuku Faizasyah kepada okezone di Jakarta, Kamis (8/10/2009).
Rencana penyerangan aktivis Bendera asal Indonesia ke negara Malaysia, menurut Teuku, merupakan suatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Karena sebelum terjadi akan dieliminir lebih dulu oleh aparat. "Mabes Polri akan cukup sigap dalam mengantisipasi hal ini," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tentara Malaysia telah meningkatkan penjagaan di sejumlah perbatasan akibat adanya isu pengiriman 1.500 aktivis Bendera ke Malaysia. Sejumlah akses masuk baik yang resmi maupun jalur tikus telah diamankan.
Dikhawatirkan, apabila isu ini terus berlanjut maka dapat menganggu hubungan bilateral kedua negara. Sebelumnya, para aktivis Bendera juga sempat berulah dengan menggelar sweeping warga negara Malaysia di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta.
Mereka marah karena Malaysia mengklaim budaya Bangsa Indonesia. Kemarahan para aktivis Bendera juga karena banyaknya TKI yang menjadi korban penyiksaan serta pelanggaran hak normatif tenaga kerja di Malaysia. (ful)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan