tragedi sukhoi

Sekali Operasi, Rp12 Juta Harus Disetor

Rizka Diputra - Okezone
Kamis, 8 Oktober 2009 00:29 wib
Ahmad Attoillah (Foto: dok Keluarga)
Ahmad Attoillah (Foto: dok Keluarga)

JAKARTA - Saat diputuskan untuk menjalani operasi, keluarga bayi malang Ahmad Atoillah, telah membekali diri dengan dana Rp12 juta atas bantuan dari dermawan. Namun ternyata dana yang sudah cukup besar itu belumlah cukup untuk menutupi biaya pengobatan Ahmad.

Hal tersebut dituturkan Paman Ahmad, Rudi Hartawan, kepada okezone di kantor Redaksi okezone, Senin 5 Oktober.

Sebenarnya, Ahmad, mendapatkan bantuan awal Rp12 juta itu, dari salah satu media yang menaruh simpati. Namun ternyata, dana yang diperoleh Rudi dengan susah payah itu, ikut tergerus dengan kebutuhan Ahmad lainnya.

"Saat ditanya berapa biaya untuk operasi, RS Persahabatan menyebutkan biayanya kurang lebih Rp12 juta. Alhamdulillah saat itu, ada bantuan dana dari salah satu media. Kami pikir saat itu bantuan tersebut cukup," kenangnya.

Menurut Rudi, pengobatan Ahmad ternyata tidak hanya operasi saja. Biaya obat, dan kebutuhan tetek bengek Ahmad lainnya akhirnya harus diambil dari santunan tersebut. Alhasil dana sebesar itu secara perlahan habis selama Ahmad terbaring di rumah sakit.

"Setelah operasi, Ahmad masuk ICU. Di situlah kendalanya. Selain menebus obat-obatan sendiri, biaya perawatan juga Rp5-6 juta. Karena bermacam alat dipasang di tubuh Ahmad. Sekarang juga sudah terpasang selang. Selang itu bertujuan agar cairan di pipi Ahmad bisa turun," paparnya.

"Tapi sayang, sampai sekarang benjolan ini masih ada dan enggak berkurang. Wallahualam, saya tidak tidak tahu kenapa masalahnya. Karena untuk kembali normal katanya operasi harus dilakukan tiga kali," tuturnya lagi.
(ahm)

  • catur » 0 Tanggapan
    Tak bisa dipungkiri, bahwasannya banyak dari saudara kita yang notabene rakyat kecil, akan selalu dikucilkan. Lebih-lebih untuk urusan kesehatan, dimana sebenarnya letak hati nurani para petinggi kita.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • muchamad » 0 Tanggapan
    Kepada pemerintah mohon pendapatan dari pajak yang dsh kita bayarkan seharusnya dapat di nikmati oleh P.ahmad dan puteranya.serta biaya pengobatan yang mahal dari tahun ketahun hari di evaluasi kembali apakah yang berhubungan dengan hidup orang harus di bisniskan (sangat tidak manusiawi) serta pihak2 yang terkait dalam birokasi pembuatan surat miskin agar dapat di tindak mengingat kondisi dijaman sekarang ini sedang sulit .terimakasih
    Beri Tanggapan Laporkan
  • hanny » 0 Tanggapan
    yg sabar ya pak bu..mungkin ini cobaan dari Yang Di Atas... klo saya mau nolong mungkin bukan materi kemana ya????
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hendri » 0 Tanggapan
    Semoga Bapak bapak di pemerintahan dan bapak dan ibu yang sekarang ada di DPR/MPR yang baru ini tidak buta dan tuli dan menepati janji - janji saat kampanye dahulu.....kadang cuma bisa miris udah lebih 60 tahun Indonesia merdeka hanya untuk melaksanakan satu kata yang ada di UUD 45 aja susahnya minta ampun.......apa yang terjadi dengan negaraku.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Karim » 0 Tanggapan
    Yang tabah ya ahmad..Ttep semangat..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.