JAKARTA - Aktivis Bendera siap dengan risiko apapun. Demikian dikatakan salah satu aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Adian Napitupulu terkait rencana Bendera invasi ke Malaysia.
Bagi Adian, ada harga yang harus mereka bayar untuk perubahan yang diinginkan. "Ada pula harga yang kita bayar untuk berdiam diri. Oleh karena itu, kami siap dengan risiko apapun," ujar Adian kepada okezone, Jumat (9/10/2009).
Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa tindakan Bendera ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena sebelum terjadi akan dieliminir lebih dulu oleh aparat. Bahkan Mabes Polri akan cukup sigap dalam mengantisipasi hal ini.
Bagi Bendera, tindakan mereka ini merupakan upaya mengamankan kedaulatan wilayah dan martabat bangsa serta melindungi WNI. Karena itu mereka siap dengan segala risiko yang harus dihadapi.
Adian menambahkan, selama ini upaya diplomasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Malaysia tidak menuai hasil. "Diplomasi tidak terlihat tapi hasilnya harus dilihat. Cuma rakyat tidak melihat hasilnya itu. Masih banyak TKI kita di sana disiksa dan meninggal. Bleum lagi klaim budaya bangsa," tuturnya.
Namun dia membantah bahwa tindakan Bendera ini sebelumnya tidak dilalui dengan tindakan persuasif.
"Awalnya kita memberi limit waktu untuk Malaysia minta maaf ke Indonesia, untuk membayar utang TKI, dan mengembalikan milik kita sejak dua bulan yang lalu, tapi mereka menganggap sepele," tandas Adian.
(lsi)