getting time...

Keluarga Syaifudin Dicap Keluarga Teroris

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Sabtu, 10 Oktober 2009 17:06 wib

DEPOK - Keluarga Jaelani, Ayah Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, dicap warga Depok sebagai keluarga teroris. Hal itu lantaran, tiga dari delapan bersaudara anak kandung Jaelani tersangkut kasus teroris dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

Ketiga bersaudara tersebut adalah, Syaifudin Zuhri, M Syahrir, serta menantunya, Ibrahim yang merupakan suami Sucihani, adik Syaifudin dan Syahrir. Sementara adik Syaefudin lainnya, Cu'I hanya sering terlihat warga saat mengantar Syaifudin mengobati pasien dengan teknik bekam.

Ketua Rw012, Jalan Giring-giring 2, Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya Depok, Sutarmanto menuturkan, tiga orang saudara Syaifudin dan Syahrir yang tidak pernah terjun ke dunia agama adalah Sabil, Dermo, dan Anugrah.

"Kalau Sabil anaknya biasa-biasa saja. Dulu tahun 1990 suka nonton TV di sini, di rumah saya. Kalau Dermo kan kepala sekolah, sedangkan Anugrah di bidang politik dari PKS, pernah jadi anggota dewan juga," jelas Sutarmanto kepada okezone, Sabtu (9/10/2009).

Sejak dahulu, kata Sutarmanto, keluarga Jaelani selalu tertutup dan tidak pernah mengajarkan anak-anaknya dengan materi.

"Jadi nggak pernah dibolehkan nonton TV, nggak pentingin materi, keluarga mereka tertutup. Udin (Syaifudin) dan Aing (Syahrir) tidak seperti anak-anak muda nongkrong, cuma kita tahunya kalau mereka mau ngaji saat remaja, bawa kain putih katanya mau ke Mampang Jakarta Selatan. Kita sih tahunya mereka sekolah, meskipun bapaknya (Jaelani) kepala sekolah, mereka cuma salat, ngaji, salat, ngaji," tuturnya.

Syaifudin dan Syahrir pernah tinggal selama belasan tahun di Sukmajaya, Depok dan kemudian pindah ke daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada 1996.

Tidak lama kemudian, Ibrahim bersama istrinya, Sucihani, juga mengontrak rumah di alamat yang sama, tak jauh dari rumah tinggal sebelumnya.
(lsi)

  • jurnalis-katrok » 0 Tanggapan
    Hai,.... Mudah-mudahan anakmu jadi anak salih yang shalat, ngaji, shalat, ngaji.Berbakti kepada agama, nusa, dan bangsa. Nggak seperti kamu yang bisanya nulis konyol,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • GOBLOK » 0 Tanggapan
    SEKALI TERORIS YA TERORIS, SEKALI BANTAI YA HARUS DI BANTAI. BINASAKAN SEMUA TERORIS DAN ANTEK2NYA SERTA PARA PENERUSNYA. I Love You Full Indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
  • US Filter » 0 Tanggapan
    Saya juga tidak suka tv, karena kebanyakan acaranya katro dan MURAHAN... sinetrooonnn... mulu... yang oke cuma Trans corp, TV one, Metro TV.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lepo » 0 Tanggapan
    Teroris ya teroris aja. Tapi ucapan-ucapan kurang bermutu yang dimuat dalam berita menunjukkan minimnya referensi si jurnalis. Masak ngaji, sholat, nggak mentingin materi, diopinikan sebagai indikasi perilaku teroris. Nggak berkah deh gajimu....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sandy » 0 Tanggapan
    Jangan-jangan keluarga lain yg nggak sukaTV juga dicurigai teroris. Awas penggiringan opini, hak orang untuk tidak suka TV karena banyak siaran yang bobrok.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.