Sarang Prostitusi Berkedok Tempat Kos Muncul di Depok

|

Ilustrasi Rumah Kos (Ist)

Sarang Prostitusi Berkedok Tempat Kos Muncul di Depok
DEPOK - Warga Depok, Jawa Barat, mengeluhkan keberadaan rumah kost berlantai dua bernama Duta Residence yang berlokasi di Jalan Yusuf, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Kenapa?

Pasalnya, rumah kos yang dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, cafe, tempat karaoke, billiar, live music, dan restoran tersebut, ditengarai kerap dijadikan tempat mesum pasangan muda-mudi di luar nikah.

"Kita mendapat laporan dari warga bahwa rumah kos tersebut sering dijadikan tempat singgah pasangan luar nikah. Kita masih terus mencari tahu kebenaran kabar itu. Kita tidak ingin melihat warga bertidak melawan hukum karena habis kesabarannya," Kata Kepala Dinas Satpol PP Depok, Sariyo Sabani, Selasa (13/10/2009).

Menurut Sariyo, pihaknya tengah menginvestigasi dugaan tempat mesum tersebut serta tidak adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). "Kita masih terus melakukan pengumpulan data-data, dan melakukan koordinasi dengan dinas pemberi izin. Kalau mereka tidak mengantongi izin maka kami akan menutup tempat itu," kata dia.

Sariyo mengingatkan untuk menjalankan roda usaha seperti cafe, kolam renang, restoran, billiar, dan lain-lainnya dibutuhkan izin dari dinas terkait. "Kalau mereka tidak memiliki izin jenis usaha ini kita juga terpaksa menutup, karena bertentangan dengan Perda No 21 tahun 2003," tegasnya.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi Satpol PP Kota Depok, Diki Erwin mengatakan, rumah kos Duta Residence memberlakukan sistem penyewaan kamar dengan harga per jam. "Ini di luar kebiasaan, biasanya kalau kos menerapkan tarif per bulan. Kalau Duta Residence memberlakukan tarif layaknya kamar hotel, bisa short time, dan long time," jelas Diki.

Pemberlakuan tarif, kata Diki, yaitu tarif satu kamar dengan waktu enam jam dikenakan biaya Rp150 ribu, sedangkan untuk waktu 12 jam dikenakan biaya Rp250 ribu. "Kita masih terus menelusuri lebih lanjut, sementara baru laporan dari warga karena sudah semakin resah," tegasnya. (ahm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Jangan Pakai Barang Lama