getting time...

Biaya Pelihara Mahal, Tembak Mati Teroris Tepat

Lusi Catur Mahgriefie - Okezone
Rabu, 14 Oktober 2009 10:26 wib

JAKARTA - Tindakan tembak mati teroris saat penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror dinilai tepat karena berdasarkan berbagai perhitungan. Salah satunya, masalah biaya 'memelihara' teroris jika ditangkap hidup-hidup.

Demikian dikatakan pengamat teroris Mardigu saat dihubungi okezone, Rabu (14/10/2009).

"Prioritas pertama memang tembak mati. Tapi ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka mati, saat penggerebekan pasti ada self defence dari mereka dan petugas harus safety first. Yang paling aman adalah membunuh orang itu," jelasnya.

Dia menambahkan, selain perlawanan diri, tindakan menembak mati teroris karena jika ditangkap hidup-hidup akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi.

"Biaya memelihara mereka lebih mahal, karena mereka bisa merekrut lagi, menarik simpati dan menimbulkan semangat 'patriotisme'," tandasnya.

Dia mengambil contoh penahanan hingga eksekusi mati Amrozi cs. Kala itu keputusan eksekusi mati menjadi kontroversi di kalangan masyarakat dan malah membuat banyak orang simpati hingga menimbulkan semangat untuk melakukan tindakan yang sama seperti Amrozi cs.

"Padahal mereka cuma tiga orang tapi sudah menewaskan ratusan orang, dan ini malah menjadi contoh baik. Inferior syndrome cenderung underdog bisa menjadi simpati," tuturnya.

Konsekuensi tidak mendapat info mendalam karena pelaku teroris telah mati, menurutnya tidak sebanding.

"Saya kira informasi dari data-data di laptop Noordin itu sudah 70 persen membantu. Tapi itu hanya dari sisi grup Noordin saja, tidak tahu kalau ada grup lain," pungkasnya.
(lsi)

  • Dian Maria » 0 Tanggapan
    aduh pak, alasannya ga tepat banget sih...kalo karena alasan biaya mahal, berarti pemerkosa, pembunuh dan koruptor juga harus tembak mati dong...kalo memang iya, saya setuju saja. jika dalam penangkapan mereka melawan mungkin tindakan untuk melumpuhkan lebih tepat dari pada tembakan mati...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kholinyok » 0 Tanggapan
    jika alasannya biaya mahal, maka semua yang diduga penjahat dibunuh aja sekalian, termasuk pengemplang pajak, pelanggar lampu lalin, koruptor, sampai menteri yang melanggar jalur busway. Persis dengan Gouletine jaman revolusi perancis dulu...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kencep » 0 Tanggapan
    betul tembak saja dp tpm dan pendukung terselubungnya ber-teriak2 macem2
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ibnu » 0 Tanggapan
    Kalo alasan biaya pemeliharaan mahal, seharusnya para pembunuh (yang benar-benar terbukti tentunya..) juga harus ditembak mati juga dong. Berapa duit tuh yg dikeluarin pemerintah untuk kasih makan pembunuh selama sekian tahun di penjara. Mending duitnya untuk kasih makan orang yang 'baik-baik'. Kasih analisis mbok ya yang adil. Jangan tebang pilih gitu..toh urusannya sama-sama nyawa manusia..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • minta keadilan » 0 Tanggapan
    Saya tidak setuju.. hal itu justru menjadi bumerang dalam pengadilan.. negara kita ada negara hukum, bukan main hakim sendiri. Boleh jadi yang dianggap teroris itu sesungguhnya adalah korban fitnah... Untuk menyebut teroris itu harusnya dibuktikan melalui pengadilan... tidak bisa main hakim sendiri. Mungkin saja cara penanganan Amrozi dkk yang salah sehingga dianggap mortir, dan jangan lupa media pun juga turut serta sebab selama ini selalu memberikan informasi-informasi yang kelewatan detail, sehingga malah turut menyebarkan ideologi terorisme.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.