JAKARTA - Pengamat politik LIPI Arbi Sanit menyatakan ada penyakit baru yang kini menghinggapi kubu PDI Perjuangan. Pertentangan internal partai sudah terjadi di internal keluarga, yaitu antara ketua umum dan Dewan Pembina.
"Terlihat ada perpecahan antara Megawati sebagai Ketua Umum dan Taufiik Kiemas sebagai Pembina PDIP," kata Arbi saat dihubungi okezone, Kamis (15/10/2009).
Dia menilai permasalahan ini akan lebih kompleks dibanding pertentangan internal partai sebelumnya yang tidak melibatkan satu keluarga, apalagi keduanya merupakan petinggi partai dan memiliki pengaruh sangat besar.
"Saya melihat ini akan berdampak pada PDIP ke depannya jika konflik terus berlanjut," terangnya.
Ini bukan konflik pertama antara Mega dan TK. Saat pemilihan presiden lalu, TK termasuk tokoh PDIP yang lebih memilih untuk merapat dengan calon presiden SBY. Sementara Mega ingin menggandeng Gerindra dan maju sebagai calon presiden sendiri.
Dia menilai pertentangan ini bisa saja semakin meningkat. Pasalnya TK sudah menjadi Ketua MPR dengan dukungan Partai Demokrat. Ada kemungkinan koalisi ini akan berlanjut di eksekutif dengan dilibatkannya beberapa kader partai dalam kabinet SBY.
Hal ini yang justru ditentang Megawati. Dia tetap pada pendirian bahwa PDIP harus tetap berkoalisi.
Ditanya soal komposisi kader PDIP yang mendukung langkah Mega dan TK, Arbi berkomentar saat ini sulit untuk diprediksi. Pasalnya orang-orang internal partai yang mendukung TK, belum keluar.
"Kalau internal partai yang menginginkan PDIP sesuai dengan latar histories, mereka akan ikut Mega. Tapi kalau ada kepentingan materi, mungkin mereka ikut Taufik," jelasnya.
(ton)