o1 o2

Polhukam


Pengamat: PDIP Diserang Penyakit Baru

Kamis, 15 Oktober 2009 - 08:58 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Anton Suhartono - Okezone

JAKARTA - Pengamat politik LIPI Arbi Sanit menyatakan ada penyakit baru yang kini menghinggapi kubu PDI Perjuangan. Pertentangan internal partai sudah terjadi di internal keluarga, yaitu antara ketua umum dan Dewan Pembina.

"Terlihat ada perpecahan antara Megawati sebagai Ketua Umum dan Taufiik Kiemas sebagai Pembina PDIP," kata Arbi saat dihubungi okezone, Kamis (15/10/2009).

Dia menilai permasalahan ini akan lebih kompleks dibanding pertentangan internal partai sebelumnya yang tidak melibatkan satu keluarga, apalagi keduanya merupakan petinggi partai dan memiliki pengaruh sangat besar.

"Saya melihat ini akan berdampak pada PDIP ke depannya jika konflik terus berlanjut," terangnya.
 
Ini bukan konflik pertama antara Mega dan TK. Saat pemilihan presiden lalu, TK termasuk tokoh PDIP yang lebih memilih untuk merapat dengan calon presiden SBY. Sementara Mega ingin menggandeng Gerindra dan maju sebagai calon presiden sendiri.

Dia menilai pertentangan ini bisa saja semakin meningkat. Pasalnya TK sudah menjadi Ketua MPR dengan dukungan Partai Demokrat. Ada kemungkinan koalisi ini akan berlanjut di eksekutif dengan dilibatkannya beberapa kader partai dalam kabinet SBY.

Hal ini yang justru ditentang Megawati. Dia tetap pada pendirian bahwa PDIP harus tetap berkoalisi.

Ditanya soal komposisi kader PDIP yang mendukung langkah Mega dan TK, Arbi berkomentar saat ini sulit untuk diprediksi. Pasalnya orang-orang internal partai yang mendukung TK, belum keluar.

"Kalau internal partai yang menginginkan PDIP sesuai dengan latar histories, mereka akan ikut Mega. Tapi kalau ada kepentingan materi, mungkin mereka ikut Taufik," jelasnya.
(ton)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 05:04 wib

    Drajat: Soetrisno Berjasa bagi PAN

  • Rabu, 10 Februari 2010 04:04 wib

    KPU Dinilai Ceroboh Cabut SEB Panwas

  • Rabu, 10 Februari 2010 02:30 wib

    Polisi Ditembak, Saksi Kunci Masih Diamankan

  • Rabu, 10 Februari 2010 00:02 wib

    Wartawan Disekap, Polisi Segera Panggil Saksi

  • Rabu, 10 Februari 2010 00:01 wib

    Pansus Akan Sita Satu Truk Data dari BPK

  • o3 o4