JAYAPURA - Kabupaten/Kota Jayapura sudah mengalami krisis air bersih. Dari 22 titik air di areal Pegunungan Cycloop- Jayapura Papua kini tinggal 17 titik air tersisa. Hal ini dikatakan oleh Direktur PDAM Kabupaten Jayapura Gading Butar - Butar Jumat (16/10/2009).
Pengurangan debet air ini disebabkan terjadinya penebangan dan pembakaran lahan hutan di areal Cycloop. "Selain itu juga intake /pusat pipa air di kedua wilayah ini, hampir dekat dengan pemukiman penduduk, membuat sumber air sudah keruh dan tidak dapat dikonsumsi lagi," ujar dia.
PDAM Jayapura kini mengalami keterbatasan air baku, PDAM juga menghadapi kendala tingginya tingkat kehilangan air yang mencapai 54 persen, pasalnya juga adanya pencurian illegal (sambungan ilegal), dan kerusakan pipa.
Diperparah lagi sekitar 60 persen lebih pelanggan yang tidak menggunakan meter air karena rusak, hilang atau kesengajaan pelanggan
Ini berarti ada tingkat kehilangan atau kebocoran air sebesar 50 - 54 % . "Ini Papua, dan kebocoran air ini termasuk tinggi di Indonesia . Biasanya hanya 20 % saja tingkat kebocorannya," katanya kepada wartawan.
Butar-butar mengakui, sudah melakukan berbagai upaya untuk optimalisasi aspek teknis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam ruang lingkup Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Dan diharapkan pada Tahun 2010 dapat lebih optimal terutama dalam menambah pasokan air juga menurunkan tingkat kehilangan air. Termasuk mengambil sumber air dari Danau Sentani dengan kedalaman 300 meter.
Saat ini masih terdapat sekitar 56 persen dari masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang belum mendapat akses pelayanan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Adapun layanan yang masih terbatas saat ini harus menghadapi kendala utama, yaitu terbatasnya ketersediaan air baku.
Saat ini PDAM Kabupaten Jayapura , dapat memproduksi air hingga 560 liter/detik. Jumlah tersebut memungkinkan PDAM mendistribusikan sekitar 700.000 m3 per bulan.
"Kami diuntungkan saat ini, karena banyak terjadinya curah hujan. Jadi bulan ini yang seharusnya musim kemarau, karena curah hujan naik, jadi warga Jayapura masih bisa menikmati air bersih," katanya lagi.
Tetapi lanjutnya, kalau musim kemarau menurutnya debit air hanya 260 liter /m3, sehingga hampir sebagian besar perumahan tidak dapat dilayani PDAM pada musim kemarau.
(fit)