getting time...

Bali Hanya Sedikit Nikmati Devisa Pariwisata

Selasa, 20 Oktober 2009 01:02 wib

DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengeluhkan kecilnya bagian yang didapat Bali dari devisa sektor pariwisata. Hal itu berdampak pada rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi Bali.

Menurut Pastika, saat ini Bali hanya menikmati sekira 50 persen saja dari total devisa pariwisata yang disetor ke pusat. "Kami berharap bisa lebih dari itu," kata dia dalam acara Serah Terima Jabatan Pimpinan Bank Indonesia (BI) Denpasar di Gedung BI Denpasar, Jalan Nitimandala, Denpasar, Senin (19/10/2009).

Data Dinas Pariwisata Bali mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2008 mencapai 1,9 juta orang wisman. Negara yang menjadi penyumbang utama seperti Jepang, Australia, Taiwan, Korea Selatan, China, dan Malaysia. Adapun penghasilan dari Visa On Arrival (VOA) saja diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.

Pastika berharap, BI bisa lebih berperan lagi dalam membantu Bali seperti dengan mendorong dunia perbankan untuk menyalurkan dana yang terkumpul dari simpanan masyarakat Bali. Apalagi, kata dia, masih banyak pihak swasta yang cenderung melakukan reinvestasi keuntungan di luar Bali.

Menanggapi itu, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menyatakan, kondisi yang dialami sebenarnya sama seperti daerah lainnya. Ini karena kredit perbankan swasta dalam jumlah besar masih dikucurkan kantor pusat. "Namun sayangnya, pembayarannya lagi-lagi harus ke ke kantor pusat di Jakarta," tegasnya.
(Miftachul Chusna/Koran SI/teb)